Artikel

Pernyataan Sikap: Solidaritas Akademisi Untuk Rempang

Pasca aksi mempertahankan tanah dan ruang hidupnya pada 11 september 2023, sebanyak 43 warga rempang ditangkap. Hingga kini persidangan masih berlangsung secara maraton. Ini jelas bentuk kriminalisasi, cara kekuasaan dan aparaturnya membungkam protes warga rempang. Dan cara-cara semacam ini sudah seringkali kita dapatkan, terutama di kantong-kantong proyek strategis nasional (PSN). Perampasan tanah rakyat ini membentang mulai dari Wadas, Poco Leok, Air Bangis, hingga Rempang. Kekuasaan mengkriminalkan warganya untuk membungkam protes atas proyek PSN. Read More

Resensi

Resensi Buku:“What Every Environmentalist Needs to Know About Capitalism”

Buku Fred Magdoff dan John Bellamy Foster yang terbit pada tahun 2011, “Apa yang Perlu Diketahui Setiap Ahli Lingkungan Hidup Tentang Kapitalisme” adalah bacaan penting bagi para ekososialis dan pecinta lingkungan hidup dari segala kecenderungan politik. Dengan tebal 160 halaman, buku ini mampu menggambarkan dengan baik bagaimana kapitalisme berhubungan langsung dengan degradasi ekologi dan mengapa penghapusan kapitalisme diperlukan untuk mencegah bencana ekologis. Tinjauan ini akan mencoba merangkum argumen mendasar buku ini dan argumennya mengenai ekososialisme. Buku ini membahas lebih dari yang dibahas di bawah ini, jadi pastikan untuk membaca keseluruhannya untuk informasi dan detail yang lebih berguna.Read More

Essai

Planet Rentan Lima Belas Tahun Kemudian

Tujuan awal dari The Vulnerable Planet , ketika pertama kali diterbitkan lima belas tahun yang lalu, adalah untuk memberikan analisis materialis sejarah singkat mengenai perkembangan krisis ekologi global, dimulai dari peradaban awal dan mengarah ke masyarakat kapitalis monopoli di akhir zaman. Abad ke dua puluh. Melihat kembali buku ini sebagaimana aslinya ditulis - dan pada edisi kedua yang diterbitkan lima tahun kemudian, dengan memasukkan beberapa perubahan kecil ditambah kata penutup - saya tidak melihat poin besar di mana analisis tersebut terbukti salah secara substansial atau di mana analisis tersebut diperlukan. revisi yang signifikan. Namun demikian, satu setengah dekade terakhir telah terjadi Read More

Artikel

Seandainya Surat!

Senin, 28 Oktober 2024 Kepada YthMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanandi Tempat Dengan Hormat, Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat atas pelantikan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia periode 2024-2029. Amanat Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bukan tugas yang mudah, terutama karena kekayaan biodiversitas Indonesia sangatlah besar untuk dikelola dan […]Read More

Ekoliterasi

Budaya Ekologis sebagai Harapan Generasi Abad ke-21

Tujuan artikel ini adalah untuk memaparkan pentingnya budaya ekologis dalam peradaban perkembangan di abad ke-21 berdasarkan karya Henryk Skolimowski - seorang profesor filsafat, lulusan Universitas Teknik Warsawa dan Universitas Warsawa (yang menyelesaikan studi teknik, musik dan filsafat dan pergi ke Amerika untuk memberikan kuliah di bidang filsafat ) dan pencetus eko-filsafat. Pada tahun 1992 ia mendirikan Fakultas Filsafat Ekologi pertama di dunia di Universitas Teknik ÿódÿ. Dia menerima yang berikut ini sebagai pendahulu filosofisnya: Alfred North Whitehead, Pierre Teilhard de Chardin dan Martin Heidegger. Perwakilan dari sesuatu yang dia sebut religiusitas kosmis baginya pertama-tama mencakup Plato (seperti yang dia jelaskan, Plato adalah Read More

Ekoliterasi

Isu Gender dalam Pengelolaan Lingkungan

Selama ini, kerusakan lingkungan dan aset alam belum merefleksikan sisi pandang perempuan. Budaya patriarki yang telah menggeser kedaulatan perempuan dalam mengelola dan menentukan pangan telah membuat pandangan perempuan tentang kehidupan menjadi kabur, tidak dipahami oleh laki-laki, bahkan oleh perempuan sendiri. Perempuan juga masih ditinggalkan dalam proses pengambilan kebijakan. Jika melihat bahwa persoalan lingkungan hidup dan aset alam sebagai sebuah proses politik, perempuan banyak ditinggalkan dalam proses pengambilan keputusan politik untuk dapat mengakses sumber-sumber kehidupannya. Padahal, perempuan menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dimulai dari tingkatan keluarganya, hingga mengambil peran penting dalam mengelola aset alam.Read More

Ekoliterasi

Menjadikan Sampah Sebagai Media Shodaqoh

Proses shodaqoh sampah dapat dilakukan oleh orang perorang atau komunitas masyarakat. Setiap anggota masyarakat dapat berperan sebagai pemberi shodaqoh, dengan terlebih dahulu memilahnya di rumah. Masyarakat dapat membentuk pengelola sampah khusus yang bertugas untuk mengelola sampah yang telah dipilah oleh masing-masing keluarga. Setelah terkumpul dalam jumlah banyak, pengelola sampah dapat menjualnya ke pengepul. Hasil penjualan selanjutnya dapat digunakan untuk kegiatan sosial, baik itu bea siswa, santunan fakir miskin, dan lain sebagainya. Melalui ini pula masyarakat dapat mengembangkan dan menguatkan kembali kekuatan modal sosial yang dimilikinya.Read More

Ekoliterasi

Gerakan Hemat Air

Jika tiap penduduk/jiwa atau keluarga bisa melakukan penghematan pemakaian air sebanyak 5 liter/hari saja, maka dalam satu bulan sudah bisa dihemat sekitar 150 liter. Maka untuk 1 juta ( sejuta) penduduk di sebuah kabupaten atau kota di negara kita, air yang bisa dihemat adalah 150 juta liter perbulannya. Suatu jumlah yang cukup besar, karena jumlah ini kira-kira sama dengan kapasitas 100 (seratus) mata air yang selalu mengalirkan air dengan debit 500 l/menit selama satu bulan.Read More

Essai

Masa Depan Intelektual Publik

Raksasa pemikir itu telah pergi meninggalkan kita. Ignas Kleden, doktor sosiologi dan esais yang khidmat itu, telah pergi meninggalkan kita selama-lamanya sebulan lalu, tepatnya pada 22 Januari 2024, pada usia 76 tahun. Sungguh suatu kehilangan yang amat luar biasa. Ignas adalah seorang penulis esai yang luar biasa. Tulisannya panjang, dalam, dan terperinci. Seolah tak ditemukan celah untuk menggugat tulisan yang mewakili pikirannya itu.Read More

Essai

Kegelisahan Intelektual Ignas Kleden

Ignas dibesarkan dalam sistem seminari yang mampu merangsang imajinasinya, tetapi tidak bisa mengekang keinginannya untuk membangkang terhadap kungkungan institusional yang ditemuinya. Saya berasal dari generasi aktivis mahasiswa yang terpinggirkan oleh kampus Orde Baru, dan berbagai organisasi sosial rezim yang berlaku sehingga mengalami proses belajar awal secara liar, tidak sistematis, dan non-institusional.Read More