Tujuan awal dari The Vulnerable Planet , ketika pertama kali diterbitkan lima belas tahun yang lalu, adalah untuk memberikan analisis materialis sejarah singkat mengenai perkembangan krisis ekologi global, dimulai dari peradaban awal dan mengarah ke masyarakat kapitalis monopoli di akhir zaman. Abad ke dua puluh. Melihat kembali buku ini sebagaimana aslinya ditulis - dan pada edisi kedua yang diterbitkan lima tahun kemudian, dengan memasukkan beberapa perubahan kecil ditambah kata penutup - saya tidak melihat poin besar di mana analisis tersebut terbukti salah secara substansial atau di mana analisis tersebut diperlukan. revisi yang signifikan. Namun demikian, satu setengah dekade terakhir telah terjadi Read More
Senin, 28 Oktober 2024 Kepada YthMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanandi Tempat Dengan Hormat, Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat atas pelantikan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia periode 2024-2029. Amanat Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bukan tugas yang mudah, terutama karena kekayaan biodiversitas Indonesia sangatlah besar untuk dikelola dan […]Read More
Tujuan artikel ini adalah untuk memaparkan pentingnya budaya ekologis dalam peradaban perkembangan di abad ke-21 berdasarkan karya Henryk Skolimowski - seorang profesor filsafat, lulusan Universitas Teknik Warsawa dan Universitas Warsawa (yang menyelesaikan studi teknik, musik dan filsafat dan pergi ke Amerika untuk memberikan kuliah di bidang filsafat ) dan pencetus eko-filsafat. Pada tahun 1992 ia mendirikan Fakultas Filsafat Ekologi pertama di dunia di Universitas Teknik ÿódÿ. Dia menerima yang berikut ini sebagai pendahulu filosofisnya: Alfred North Whitehead, Pierre Teilhard de Chardin dan Martin Heidegger. Perwakilan dari sesuatu yang dia sebut religiusitas kosmis baginya pertama-tama mencakup Plato (seperti yang dia jelaskan, Plato adalah Read More
Selama ini, kerusakan lingkungan dan aset alam belum merefleksikan sisi pandang perempuan. Budaya patriarki yang telah menggeser kedaulatan perempuan dalam mengelola dan menentukan pangan telah membuat pandangan perempuan tentang kehidupan menjadi kabur, tidak dipahami oleh laki-laki, bahkan oleh perempuan sendiri. Perempuan juga masih ditinggalkan dalam proses pengambilan kebijakan. Jika melihat bahwa persoalan lingkungan hidup dan aset alam sebagai sebuah proses politik, perempuan banyak ditinggalkan dalam proses pengambilan keputusan politik untuk dapat mengakses sumber-sumber kehidupannya. Padahal, perempuan menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dimulai dari tingkatan keluarganya, hingga mengambil peran penting dalam mengelola aset alam.Read More
Proses shodaqoh sampah dapat dilakukan oleh orang perorang atau komunitas masyarakat. Setiap anggota masyarakat dapat berperan sebagai pemberi shodaqoh, dengan terlebih dahulu memilahnya di rumah. Masyarakat dapat membentuk pengelola sampah khusus yang bertugas untuk mengelola sampah yang telah dipilah oleh masing-masing keluarga. Setelah terkumpul dalam jumlah banyak, pengelola sampah dapat menjualnya ke pengepul. Hasil penjualan selanjutnya dapat digunakan untuk kegiatan sosial, baik itu bea siswa, santunan fakir miskin, dan lain sebagainya. Melalui ini pula masyarakat dapat mengembangkan dan menguatkan kembali kekuatan modal sosial yang dimilikinya.Read More
Jika tiap penduduk/jiwa atau keluarga bisa melakukan penghematan pemakaian air sebanyak 5 liter/hari saja, maka dalam satu bulan sudah bisa dihemat sekitar 150 liter. Maka untuk 1 juta ( sejuta) penduduk di sebuah kabupaten atau kota di negara kita, air yang bisa dihemat adalah 150 juta liter perbulannya. Suatu jumlah yang cukup besar, karena jumlah ini kira-kira sama dengan kapasitas 100 (seratus) mata air yang selalu mengalirkan air dengan debit 500 l/menit selama satu bulan.Read More
Raksasa pemikir itu telah pergi meninggalkan kita. Ignas Kleden, doktor sosiologi dan esais yang khidmat itu, telah pergi meninggalkan kita selama-lamanya sebulan lalu, tepatnya pada 22 Januari 2024, pada usia 76 tahun. Sungguh suatu kehilangan yang amat luar biasa. Ignas adalah seorang penulis esai yang luar biasa. Tulisannya panjang, dalam, dan terperinci. Seolah tak ditemukan celah untuk menggugat tulisan yang mewakili pikirannya itu.Read More
Ignas dibesarkan dalam sistem seminari yang mampu merangsang imajinasinya, tetapi tidak bisa mengekang keinginannya untuk membangkang terhadap kungkungan institusional yang ditemuinya. Saya berasal dari generasi aktivis mahasiswa yang terpinggirkan oleh kampus Orde Baru, dan berbagai organisasi sosial rezim yang berlaku sehingga mengalami proses belajar awal secara liar, tidak sistematis, dan non-institusional.Read More
Makalah ini akan menyorot problem tanah yang sering melibatkan rakyat kecil vis a vis kekuasaan yang akan ditinjau dari perspektif Fikih Kiri. Mengapa Fikih Kiri? Karena hanya Fikih Kiri yang punya komitamen untuk berpihak kepada mereka yang lemah dan teraniaya, bukan sebaliknya yang mendukung kekuasaan dengan membackupnya melalui simbol-simbol keagamaan. Fikih Kiri adalah milik mereka yang tertindas, sekaligus menjadikan orang-orang yang berbuat dzalim dan tidak adil sebagai musuh yang harus diperangi.Read More
Festivalisasi kolosal manasik haji mengandung spirit jihad ekologis. Hanya saja, pesan ekologis haji belum menjadi arus utama dalam tata kelola, manasik, dan ritual haji. Haji mestinya menggelorakan jihad ekologisRead More