Gus Muh alias Muhidin M. Dahlah memang benar-benar seorang petarung. Lelaki kelahiran Dogala, Sulawesi Tengah ini, telah menunjukan kegigihannya. Selamat dari amukan gelombang badai kehidupan yang kelam. Mempertahankan hidup dan terus hidup dengan Menulis. Bermula ketika dimasa kecilnya, Ia diberi perntanyaan dari lelaki misterius berjaket coklat yang bertamu di rumah tanah kelahiranya. Bertanya tentang buku bacaan. […]Read More
Disusun oleh Redaksi dan diambil dari beragam sumber Reviewed by @Rbk Fauzan A sandiah,Kurator RBK Bumi Manusia adalah film yang bagus. Tadinya aku kira film ini ngak akan begitu serius. Aku kira dialog-dialog kunci terlewatkan begitu saja. Ternyata tidak. Masih ada dialog2 kunci dengan Nyai Ontosoroh, Jean Marais, kanjeng Bupati yang tak lain ayahandanya, dan […]Read More
15 Agustus 1945 dikenang sebagai hari-hari yang menentukan kemerdekaan, dan kini sejarah akan mencatat, 15 Agustus 2019 adalah hari dimana film “Bumi Manusia” (Adaptasi dari novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Toer) pertama kalinya ditayangkan. Meskipun, banyak yang memberikan kritikan atas alur cerita yang sangat Tergesah-gesah, dimana hanya menfokuskan pada kisa cinta seorang anak pribumi […]Read More
Di hari-hari yang mencekam dan hitam pekat bagi dunia HAM & demokrasi negeri ini setelah represi sistematis disertai perundungan rasis terhadap anak-anak Papua di beberapa kota di Jawa, saya sedang membaca novel karya Felix Nesi berjudul “Orang-Orang Oetimu” yang merekam kehidupan sosial-politik dan kebudayaan masyarakat pelosok NTT dan wilayah yang semenjak akhir abad 20 menjadi […]Read More
Adat dan pranata budaya peradaban manusia membingungkan. Kenapa orang Hindu tidak makan sapi? Kenapa orang Islam dan Yahudi tidak makan babi? Kenapa orang Maring doyan perang? Kenapa kepala suku Indian membakar rumahnya sendiri untuk pamer kekayaan? Banyak pertanyaan, mungkin sedikit yang bisa dijawab. Motivasi menyingkap misteri punya faedah bagi perbaikan situasi buruk yang terus mengancam […]Read More
Ketika membaca pemikiran Dandhy Dwi Laksono lewat “Indonesia For Sale”,yang begitu kritis dan profokatif, mengigatkan kita bahwa Indonesia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini membutuhkan keseriusan berfikir untuk dapat melihta problem bangsa dengan jelas. Sebagai seorang wartawan yang bekerja untuk mencari data dan fakta, melalui percakapan ringan dengan supir taxi, petugas parkir, dan pengalamanya […]Read More
Tulisan ini merupakan sebuah catatan bedah buku rutin mingguan yang diinisiasi oleh Rumah Baca Komunitas (RBK) melalui salah satu programnya yakni Dejure. Bedah buku ini umumnya dilakukan pada buku-buku yang spesifik seperti tematik Antropologi, Lingkungan, ekonomi, politik, dan buku-buku progresif lainnya. Bedah buku ini rutin dilakukan pada Jumat Malam, selain itu ada juga program Reboan […]Read More
Luka tidak pernah tau siapa yang akan ia datangi, pada umur berapa dan kapan itu terjadi. Luka bisa datang begitu cepat dan juga bisa datang diantara orang-orang yang kita sayangi. Namun, karena luka kita bisa menjadi orang yang lebih sabar, lebih tenang dan dapat belajar untuk menerima kenyataan tentang keadaan yang terjadi. Luka membuat Lara […]Read More
Saya menulis catatan pendek ini karena kegelisahan sekaligus sebetulnya saya ingin dengan menulis ini ada harapan yang muncul. Pemilihan Presiden tahun 2019 adalah kasus penting bagi perjalanan 30 tahun demokrasi di Indonesia. Bagi kami yang bergerak dalam isu-isu perbukuan, perpustakaan komunitas, dan isu politik informal, Pilpres 2019 terasa dijalani tanpa titik terang bagi masyarakat sipil. […]Read More
Tak terbersit sedikitpun untuk membeli buku ini. Tanpa ceramah-ceramah kebijakan kota oleh Abdullah Zed Munabari dan kebaikannya untuk menalangi pre order buku terbitan Insist Press ini, tentunya buku yang baik ini tidak akan sampai ke tangan saya. Buku Menaja Jalan karya Jamie S. Davidson ini secara apik memaparkan bagaimana ide pembangunan jalan tol menyeruak di dalam setiap rezim […]Read More