Kala, Memaafkan dan Memeluk Luka

Oleh: Dyah Wahyu Nastiti)* )

Luka tidak pernah tau siapa yang akan ia datangi, pada umur berapa dan kapan itu terjadi. Luka bisa datang begitu cepat dan juga bisa datang diantara orang-orang yang kita sayangi. Namun, karena luka kita bisa menjadi orang yang lebih sabar, lebih tenang dan dapat belajar untuk menerima kenyataan tentang keadaan yang terjadi. Luka membuat Lara harus kehilangan ayah dan kakak perempuannya. Luka juga mampu membuat Lara menjadi wanita yang tegar dan menjadi tulang pungung keluarga untuk dirinya dan ibunya. Luka membuat dia harus berjuang keras untuk bertahan hidup.

Lara merupakan anak terakhir dari dua bersaudara, namun kakak perempuannya meninggal dunia karena terkena penyakit leukemia. Hidup berdua dengan ibunya membuat dia harus menjadi anak yang tegar dan mandiri. Menulis menjadi teman paling setia dikala dia bingung harus menceritakan kegelisahannya kepada siapa. Menulis membuat dia merasa hidup,  kata demi kata yang  terangkai seolah olah mengartikan sesuai dengan apa yang dia rasakan. Lara adalah anak yang sangat teratur terhadap pekerjaannya, sehingga rencana yang dia atur sudah dipastikan akan berjalan dengan sangat baik.

Luka tidak hanya berteman dengan Lara, namun juga dengan anak laki laki pertama dari keluarga yang broken home, Saka, seorang anak laki laki yang menjadi tulang punggung keluarganya. Anak laki laki yang harus bisa menjaga ibu dan adik adiknya. Anak laki laki yang selalu merasakan bagaimana kasih sayang seorang wanita. Namun, Saka bertolak belakang. Dia yang seharusnya tidak pernah kekurangan kasih sayang seorang wanita justru memberikan luka untuk beberapa wanita. Disaat kebanyakan orang berusaha untuk menyembuhkan luka, Saka justru memberikan luka. Fotografi adalah cara Saka memberanikan diri keluar dari ketakutannya atas luka yang dia berikan. 

Secara tidak langsung Lara memilih foto Saka untuk dibuatkan tulisan. Sebuah pameran mempertemukan mereka, yang sama sama terluka. Ternyata pertemuan itu membuat mereka lupa akan luka, mereka saling bercerita satu sama lain, saling terbuka dan mencoba untuk saling membuka hati mereka satu sama lain dan  mencoba untuk mengubur luka yang selama ini menghantui. Jarak dan banyak perbedaan tidak menjadi penghalang karena percaya dan saling terbuka menjadi kunci bagi mereka.  Hingga pada akhirnya sebuah masalah besar muncul, dan akhirnya membuat Lara marah hingga mengakhiri hubungan mereka. 

Banyak hal yang masih mengganjal dibenak Lara atas berakhirnya hubugannya dengan Saka, karena pada saat itu dia tidak memberikan kesempatan Saka untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan Lara tidak menjelaskan apa sebenarnya yang membuatnya marah dan pindah kerja ke Jogja. Secara tidak langsung kedekatan mereka selama ini membuat mereka satu sama lain menjadi menyenangi kesukaan masing masing pasangan. Sehingga mereka seperti pasangan yang saling mengisi satu sama lain. Lara selalu dihantui rasa bersalah namun dia enggan untuk menghubungi Saka, begitu pula sebaliknya Saka selalu takut untuk menghubungi Lara karena dia menganggap sikap Lara akan berubah dengannya bahkan akan mengjauhinya. Hingga pada suatu waktu, Saka berkungjung ke Jogja untuk menghabiskan waktu Bersama temannya dan dia ingin sekali untuk menghubungi Lara, hanya ingin mengabari bahwa dia sedang berada di Jogja. Namun selalu tak dia lakukan. Dia hanya selalu mmendamnya dalam hati, berharap Lara mengerti.

Lara menghabisan weekendnya Bersama teman teman komunitas menulisnya di pantai, dan tanpa dia tahu, Saka juga berada dalam acara tersebut. Mereka saling menikmati acara tersebut. Bernyanyi, membuat api unggun dan sharingmenjadi kegiatan yang mereka lalui selama acara tersebut. Pada akhirnya mereka saling memberikan diri untuk saling bertemu dan saling bertegur sapa. Menyelesaikan kesalahan di masa lalu yang masih saling menghatui dan saling memberikan penjelasan atas yang terjadi. Saling memaafkan dan menjadi temen yang baik menjadi pilihan mereka, dan menjadi pilihan yang sejauh ini mereka yakini karena tidak ada lagi beban yang mereka pendam.

)*Mahasiswi UGM, belajar menulis, bahasa, dan suka memasak)*Mahasiswi UGM, belajar menulis, bahasa, dan suka memasak.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup