Sejak mitos hawa tercipta dari tulang rusuk adam Tentang legenda khuldi bila menyantapnya haram Kasak-kusuk kebenaran berusaha dipendam Lantas apa fungsi hawa dalam tanyanya geram Sedang keambiguan kodrati dan peran Alat produksi dirampas robohkan kesetaraan.. Singkirkan partisipasi hilangkan pekerjaan Hawa bukan sarana pelampias hasrat reproduksi Konstruksi kecantikan fiksi ala barbie Paksakan ketergantungan perihal ekonomi Pelabelan […]Read More
Tahun penuh gulma Tahun harapan dipadamkan Despotan keranjingan Otoriter halusan Otoriter kasaran Seperti bakso urat dan bakso alus Dalam satu mangkok republik . . Kekerasan marajela Di mana mana: kekerasan ada; Di dalam almari kaca Di dalam segelas air Di dalam arsip-arsip gawai Di mana mana, di mana saja . Ku mencari damai Di sarang […]Read More
Suatu hari di saat pandemi Rapat keprihatinan Mengutuk despotisme di tengah pandemi Zaman otoriter bergerak Mengarak kurban kamanusiaan Festival kebobrokan moral Permufakatan buruk dimuliakan Permusywaratan anti perbedaan digalakkan . . Serambi represif Kaum despotan kun fayakun berdecak penuh kemenangan Di atas tumpukan mayat mayat yang dibedil dan ditambangtumbangkan Sak begja begjane urip nang zaman otoriter, […]Read More
Saban hari innalillahi Di WAG di IG dan di Efbe Saban hari orang khusuk membalas doa untuk yang ninggalkan alam hampa Alam yang kian boros keropos Muka muka melas dan serakah berderet takdirnya Robot pembedol jiwa Pengurung serakah Pengobar sakwasangka Liar lepas menggelinding Seperti roda Saban pagi sore dan malam Terderet panjang kabar dan doa […]Read More
Jalan tak kunjung ditinggal hujan. Aku masih bergeming, terpaku di samping toko yang pintunya tertutup rapat. Menghindari kuyup. Kepingan uang receh di sakuku tak kuasa membawa kehangatan. Sampah yang kupungut pun belum waktunya dijual. Walaupun aku terpaksa harus menjualnya, harganya tak seberapa. Sekadar untuk membeli makan sebungkus nasi belum cukup. “Tapi aku lapar!” jerit batinku. […]Read More
Salah besar jika kau hanya melihat buih di wajahku yang murka atau hanya mendengar kicau Sialia dari mulutku yang geram yang mudah kau hempas dan lenyapkan. Aku gemuruh yang tak luruh. Bahkan jika kau hanya berharap aku rubuh, kau salah besar. Aku lebih betenaga dari badai lebih tajam dari taring harimau. Tapi aku lebih jernih […]Read More
Maka kubacakan maklumat rakyat dilarang melarat Pelaku perbedaan pendapat adalah penyambung lidah rakyat yang tak boleh dijerat dengan pasal karet karat Tapi koruptor harus dihukum berat hukumannya tak boleh dikerat penegak pantang bersindikat dengan konglomerat Maka kubacakan maklumat rakyat dilarang melarat Pejabat jangan khianat rapat-rapat kepentingan rakyat harus dilaksanakan secara bulat Uang rakyat dari rakyat […]Read More
Oleh: Muhammad Izzul Muslimin Jika boleh… Ingin kukibarkan bendera setengah tiang pada 20 Mei nanti Sebagai tanda duka Atas hilangnya ribuan nyawa anak bangsa karena pandemi corona Atas menganggurnya ratusan ribu rakyat akibat pemutusan hubungan kerja Atas lahirnya jutaan warga miskin baru karena ekonomi lesu Jika boleh… Ingin kukibarkan bendera setengah tiang pada 20 […]Read More
Sastra Read More
Di balik tiga jendela Keterasingan adalah perlawanan atas egoku yang menggelora. Ketiadaan akalku melabuhkanku dalam noda dan dosa. Menghitung jumlah jeruji besi pada tiga jendela penjara, dua belas jeruji besi membelenggu tubuhku yang rapuh karena dimakan usia. Penyesalan hanyalah menghapus asa yang tersisa, bangkitlah wahai jiwa jiwa yang fana. Jemputlah mimpimu di taman takdir yang […]Read More