Salah besar jika kau hanya melihat buih
di wajahku yang murka
atau hanya mendengar kicau Sialia
dari mulutku yang geram
yang mudah kau hempas dan lenyapkan.

Aku gemuruh yang tak luruh.
Bahkan jika kau hanya berharap
aku rubuh, kau salah besar.

Aku lebih betenaga dari badai
lebih tajam dari taring harimau.

Tapi aku lebih jernih
dari kolam-kolam di istanamu
lebih bening dan damai dari jiwamu
yang dikangkangi kuasa angkara murka.

Aku lagu paling merdu sepanjang zaman
yang selalu dilantunkan kaum-kaum tertindas.

Aku bergetar dalam jiwa-jiwa manusia
yang tak tunduk pada kezaliman.

Bacalah kitab-kitab perlawanan:
Zabur, Taurat, Injil, Al-Qur’an.

Aku di sana saat Musa
melemparkan sepotong kayu
ke hadapan Firaun yang sombong
lalu ular-ular sihir itu
menjadi lemah dan lumat.

Aku di sana
saat kayu itu membelah lautan
dan Firaun meronta tenggelam.

Aku di sana saat Daud
memijah bijih-bijih besi
dan menyaksikan Jalut
sang raksasa Goliath
jatuh tersungkur
hanya oleh batu ketapel.

Aku di sana saat Isa
terlahir dan bersaksi
tentang sang ibu yang difitnah
mulut-mulut kotor pongah itu
lalu burung dari tanah menjadi hidup
dan makanan yang lezat turun dari langit.

Aku di sana saat Muhammad
berkata pada paman tercinta:

“Meskipun matahari diletakkan di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan perkara ini, sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa, pastilah tidak akan kutinggalkan.”

(yr passandre)

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link