Saya kira Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah keagamaan dan organisasi sosial tidak sepenuhnya dapat dilabeli sebagai organisasi yang terlambat di dalam memberikan respon, sebagai tanggung jawab moral keagamaan, terhadap krisis lingkungan baik dalam konteks keindonesiaan maupun dalam skala yang lebih besar yaitu krisis ekologi global. Mengapa demikian, hal ini disebabkan oleh core bisnis yang memang tidak […]Read More
Tahun penuh gulma Tahun harapan dipadamkan Despotan keranjingan Otoriter halusan Otoriter kasaran Seperti bakso urat dan bakso alus Dalam satu mangkok republik . . Kekerasan marajela Di mana mana: kekerasan ada; Di dalam almari kaca Di dalam segelas air Di dalam arsip-arsip gawai Di mana mana, di mana saja . Ku mencari damai Di sarang […]Read More
Suatu hari di saat pandemi Rapat keprihatinan Mengutuk despotisme di tengah pandemi Zaman otoriter bergerak Mengarak kurban kamanusiaan Festival kebobrokan moral Permufakatan buruk dimuliakan Permusywaratan anti perbedaan digalakkan . . Serambi represif Kaum despotan kun fayakun berdecak penuh kemenangan Di atas tumpukan mayat mayat yang dibedil dan ditambangtumbangkan Sak begja begjane urip nang zaman otoriter, […]Read More
Saban hari innalillahi Di WAG di IG dan di Efbe Saban hari orang khusuk membalas doa untuk yang ninggalkan alam hampa Alam yang kian boros keropos Muka muka melas dan serakah berderet takdirnya Robot pembedol jiwa Pengurung serakah Pengobar sakwasangka Liar lepas menggelinding Seperti roda Saban pagi sore dan malam Terderet panjang kabar dan doa […]Read More
Kita mengenal dan menyetujui makna pendidikan sebagai proses yang memanusiakan manusia. Pendidikan sebagai proses mengasah budi pekerti. Praktik pendidikan sebagai pedagogik transformatif, yaitu proses memanusiakan manusia untuk dapat membentuk masyarakat baru dan pengetahuan baru yang diciptakan oleh keterlibatan mereka sendiri. Karenanya, sangat pas yang dipikirkan Tan Malaka bahwa “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh […]Read More
Ada banyak kegembiraan untuk memberikan kata pengantar pada sebuah buku karya anak muda. Ada kredit dan saham besar dari kaum muda untuk mencegah planet bumi ini kiamat secara premature. Salah satu jihad anak muda adalah menuliskan narasinya, pikirannya, gagasannya, aksinya, pembelaannya, pemuliaannya kepada kehidupan dan lingkungan hidup. Penulis buku, Arifin, adalah satu dari jutaan anak […]Read More
Gencarnya inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan meningkatnya populasi manusia, serta ekspansi revolusi industri menyebabkan manusia menjadi makluk super eksploitatif sehingga sumber daya alam tak sanggup memikul beban ambisinya. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sifat sumber daya ini terbatas, dan sebagian tidak bisa […]Read More
Ramadan kali ini berbeda karena memang dunia baru sedang menyapa. Ramadan di waktu pandemi ini kita sebagian besar lebih banyak #dirumahaja. Waktu terbaik untuk keluarga dan kadang menyapa teman via social media dan ikuti beragam diskusi penting secara online. Puasa pasti ada jedanya,puasa pasti ada kedalaman makna di dalam ruang sunyi yang kita tekuni. Bismillah. […]Read More
Ketidakjujuran pemerintah dari awal bikin kita marah, kita juga marah dengan ketololan buzerrp rezim yang memancing di tengah lautan keruh. Lebih lebih kita jengkel dan misuh lantaran kelas menengah kota disuruh lockdown di rumah tuk memutus penyebaran virus malah memadati jalanan menuju puncak bogor untuk wisata. Kelas menengah super bahlul yang mau cari untung terus […]Read More
Sepanjang perjalanan Rumah Baca Komunitas yang belum genap satu tahun sudah banyak berinteraksi dengan berbagai lembaga yang sudah lebih dulu eksis di negeri tercinta. Lembaga itu tak lain tak bukan adalah lembaga yang dihuni oleh Individu yang punya kepedulian akan bahaya buta baca bagi bangsa yang sedang kembang kempis ini. Membaca, tak boleh dikerdilkan hanya […]Read More