Galaksi Rumah Baca

Oleh : David Efendi*

Sepanjang perjalanan Rumah Baca Komunitas yang belum genap satu tahun sudah banyak berinteraksi dengan berbagai lembaga yang sudah lebih dulu eksis di negeri tercinta. Lembaga itu tak lain tak bukan adalah lembaga yang dihuni oleh Individu yang punya kepedulian akan bahaya buta baca bagi bangsa yang sedang kembang kempis ini. Membaca, tak boleh dikerdilkan hanya sebagai tugas individu tetapi tugas dan kewajiban.

Setelah delapan tahun usia RBK ini saya menemukan banyak pegiat gerakan membaca yang menjadikan semakin optimis akan masa depan bangsa. Dari sekian banyak saya merasa senang berkenalan dengan pegiat rumah baca Komunitas (Jogja,online), Griya Baca Komunitas (lampung), Rumah Baca kids (bogor, online), Rumah Baca Komunitas Merapi (Jogja), pegiat festival pembaca Indonesia (Goodsread-Jkt), Jogja Atap Buku, klinik baca-tulis mizan (Bandung, online), Rumah Puisi (Taufiq Ismail, Jogja), Indonesia buku-Iboeku (Yogyakarta), asosiasi taman baca, pengelola taman baca dan atau perpustakaan. Selain itu ada gerakan hibah buku yang cukup militan seperti yang dilakukan oleh “gerakan 1 juta buku untuk anak Indonesia”, IPM, Gerakan wakaf buku, dan sebagainya. Mereka dapat ditemui group facebook atau website. Masing punya peran dan keistimewaan. Kalau begitu ayo kita ambil bagian.


Jika kita petakan maka semuanya mempunyai keistimewaan dan persamaan. Beberapa hal yang sama adalah terkait visi dan misi gerakan literasi (gerakan pengetahuan, iqro) dan mereka bergerak di ranah online dan offline, menyediakan ‘rumah’, griya sebagai wadah berkumpul baik secara online maupun ofline. Kisah pentingnya kolaborasi rumah online dan offline ini sudah dialami oleh Rumah Baca Komunitas (Bogor, Jakarta) yang kemudian menghasilkan komunitas Rumah Baca Kids di Bogor pada tahun 2007.


Rumah baca Komunitask di Yogyakarta, misalnya, punya kekhasan tentang sharing book, sharing knowledge, pelopor perpustakaan 24 jam, peprustakaan jalanan, juga memadukan kampanye online dan offline untuk gerakan semesta membaca. Rumah baca yang usianya hampir delapan tahun sudah menorehkan banyak makna/peristiwa dan ini menjadi penyemangat bagi gerakan serumpun, sevisi, senasib, seperjuangan di seantero republik ini.


Berbagai ragam, bentuk dan sepak terjang atau kiprah komunitas-komunitas tersebut merupakan kreatifitas sekaligus aset bangsa yang harus dihargai dan diperjuangkan. Karena apa? karena belajar di sekolah saja tak pernah cukup kata Andreas Harefa. Sekolah sgt terbayas dan dibatasi mk perlu tambahan upaya alternatif. Saya melihat kiprah pecinta buku dan pegiat gerakan. membaca itu seperti melihat planet dan bintang-bintang serta satelit yang luar biasa masing-masing perannya. Jika dilihat lebih seksama maka terbentuklah rangkain keseimbangan galaksi yang tdk kalah terang dari galaksi bimasakti. Entah kapan nama galaksi itu menjadi energi besar tuk kbngkitan bangsa kita. Satu keyakinan bahwa sinar bintang-bintang itu akn menerangi bangsa yang gelap, karena degan buku peradaban maju dan manusia bergerak untuk mengaktualisasi potensi diri.


Mungkin kita tak perlu bersatu tetep perlu kesungguhan mnjg peran masing agar ekosistem gerakan membaca tetap terjaga. Mari selamatkan bangsa dengan menghimpun planet pegiat get mmbaca, iqro menjadi satu keutihan garis edar imajiner–galaksi rumah baca!


Galaksi imajiner adalah satu kekuatan tersendiri untuk merasa mnenjadi bagian potongan dari satu puzzle raksasa yg akn menentukan bwntuk peradaban manusia dlm arti luas. Bangunan imajinasi penting setidaknya kita pernah belajar bahwa sesungguhnya bangsa indonedia sendiri adalah imagined community, komunitas terbayang (Ben Anderson, 1984) dan itu telah menunjukan kekuatan maha besar yang myatukan ribuan deret keberagaman kita. Orang jogja, Mataram, dalam batas keyakinan tertentu telah disatukan satu garis imajiner merapi-kraton-laut selatan.


Tidak ada salahnya, imajinasi yang punya muatan energi positif (proton, electron, netron) yang dapat dirangkai dlm kluatan besar mungkin akn mewujud jadi dentuman besar seperti teori “big bang” dalam kejadian alam semesta raya. Imajinasi saya, galaksi imajiner rumah baca juga dapat meledak dalam kuantum yang kemudian menciptakan ratusan atau bahkan jutaan galaksi baru yang dihuni oleh trilyunan komunitas rumah baca pada fase berikutnya.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup