Ramadan kali ini berbeda karena memang dunia baru sedang menyapa. Ramadan di waktu pandemi ini kita sebagian besar lebih banyak #dirumahaja. Waktu terbaik untuk keluarga dan kadang menyapa teman via social media dan ikuti beragam diskusi penting secara online. Puasa pasti ada jedanya,puasa pasti ada kedalaman makna di dalam ruang sunyi yang kita tekuni. Bismillah. Alhamdulillah, salah satu hikmahnya saya bisa lebih banyak membaca dan bikin coretan kemana-mana berbagai urusan. Kali ini saya mencoba sedikit menghibur secara serius, semoga manis buahnya.

Dalam rangka melaksanakan anjuran berbuka dengan yang “marxis marxis” oleh che Siti Djenar ngabuburead kali ini saya kembali membaca untuk yang sekian kalinya buku Dunia Sophie atau dalam versi Inggrisnya Sophie’s World. Dalam bahasa inggris aku mendapatkannya buku ini saat belajar di Pinggiran negara Amerika tahun 2010. Buku yang tak pernah membosankan. Bisa difilmkan buku novel filsafat ini. ..
Kembali ke menu marxis-marxis, kubuka halaman ayat ayat Marx di nomor 418. Kalimat pertama: …hantu hantu sedang membayangi Eropa.

Empat halaman belum ketemu yang marxis. Halaman kelima bab ini muncul komunis dan Marx setelah nyempil kisah Scrooge Kapitalis pelit, kisah perjuangan kelas abad pertengahan yang penting nantinya dipakai membaca Marx. ..
Berbeda dengan Kierkegard yang menulis Socrates, Marx muda memilih Democratus dan Epicurus untuk tesis doktoralnya. Tak lain tak bukan itu adalah ihwal filsafat materialisme zaman Yunani Kuno. Wajar Marx disebut “Materialis historis.” perjumpaan ruhani Marx dengan Hegel adalah tak terbantahkan terlepas dari kritik Marx kepada Hegel. .
Sehingga filsafat aksi atau eksistensialis membuat mantra keluar dari Marx: “para folosof hanya kerja menafsirkan dunia, padahal yang utama dan penting adalah merubahnya”. .
Hegel: akal dunia dan ruh dunia menggerakkan sejarah
Marx: itu kebalik kanda, menurut gue.
Jadi “hubungan material, ekonomi, dan sosial merupakan dasar dari masyarakat, termaduk di dalamnya hukum, agama, pemerintahan, dll adalah suprastruktur masyarakat.” ..
Ganas ganas jni sudah, bukan marxis marxis. …
Sarjana sekaliber Marx tidak banyak terjadi dalam dunia yang berputar tunggang langgang. Dia adalah sejarawan,sosiolog,ekonom, dan seorang filosof. Kalau hari ini pastilah Marx adalah ekonomi politik yang bakalan sering ngabuburead sama teman teman aktifis progresif. Lalu Buber.
….
Soal marxis marxis dan marxisme haruslah kita taruh nama: friedrich Engels, Lenin, Stalin, Mao,…
….
Menurut penuturan Guru Sophie, konon Marx menjadi atau mengaku marxis baru tahun 1841 setelah. Aneh bukan? Coba bayangkan!

.
Duh ada beberapa konsep kunci yang ketinggalan: syarat syarat produksi, hubungan produksi, materialis dielektis, dan serta nulai moral yang selalu dinegosiasikan dalam masyarakat.

“Bukankah pikiran dan gagasan manusia dapat mengubah sejarah?” tanya gurunya Sophie. Ya di satu sisi. Lalu muncul pertentangan antar kelas: tuan tanah vs penggarap, bangsawan vs jelata, borjuis vs proletar. Kali ini bagian akhir dari coretan ini.

Apa yang kita sebaiknya tahu tentang Hegel dan Marx berurusan dengan alam. dengan lingkungan hidup. Begini ditulisn oleh guru Sophie itu: Hegel percaya banget bahwa ada hubungan interaktif atau dielektis antara manusia dan alam. Jika manusia mengubah alam, dia sendiri ikut berubah. Marx melengkapi: manusia berinteraksi dengan alam dan merubahnya, dalam waktu bersamaan alam yang berinteraksi dengan manusia juga sedang atau dapat mengubah kesadaran manusia.

Kita mengenal John Bellamy Foster yang membela sedemikian kuat bahwa filsafat Marx adalah pro keadilan lingkungan karena itu senada dengan kritik keras kepada kapitalisme yang pada awalnya merusak kemanusiaan akibat tendensi akumulasi kapital dan pada fase lanjutnya kemudian mengeksploitasi sumber daya alam dengan kecanggihan terknologi dan dalam waktu yang sama meminggirkan tenaga manusia. Kondisi inilah yang sedang kita alami dan apakah kita akan mengubahnya? Filsafat aksi Marx menuntut kita tak hanya kerja fikiran tetapi juga kerja tindakan. Dengan begitu, advokasi berbasis refleksi harusnya menjadikan dunia lebih baik.

Jika tak menemukan menu buka yang Marxis-marxis bolehlah pakai minuman yang manis-manis yang telah tersedia di rumah. Asal kamu tahu, yang manis itu tidak melulu produk kapitalis. Karena apa? senyumu itu saja bisa menjadi manis yang tak tertandingi dengan pemanis buatan pabrik. Selamat berbuka.

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

About The Author

David Efendi

Pegiat Rumah Baca Komunitas dan pendiri LibgenSpace serta aktif di Kader Hijau Muhammadiyah

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link