Membicarakan Pak Pratikno tidak mungkin kita melupakan Pak Cornelis Lay, atau akrab dipanggil mas Conny. Ari Dwipayanan adalah pembimbing tesis saya saat saya bereskan program Ilmu Politik di UGM. Mereka semua sangat credible sebagai guru, nyaris tanpa cela bagi kami sehingga kami pun lebih banyak nyaman belajar dengan guru-guru kami tersebut. Keterlibatan club UGM masuk […]Read More
Tags : demokrasi
Sejak 2020, Joko Widodo (Jokowi) mulai membantu anak dan menantunya agar dapat menduduki posisi kepala daerah, pada tingkatan wali kota. Ia juga membantu anak bungsunya mengambil alih posisi kepemimpinan di Partai Solidaritas Indonesia pada 2023. Bangunan dinasti politik pun mulai digulirkan. Tak berhenti di situ, Jokowi juga mengorkestrasi rekayasa hukum dan rekayasa politik dan ekonomi agar putra sulungnya yang baru dua tahun menjadi Wali Kota Solo dapat lolos menjadi cawapres, berpasangan dengan capres Prabowo Subianto.Read More
Fenomena runtuhnya manusia publik akhir-akhir ini adalah salah satu penanda bahwa kita memasuki simpang jalan kritis secara nasional (national critical juncture) sesudah 25 tahun reformasi.Read More
Meski dituding partisan, sejumlah kampus menolak bungkam untuk terus menyerukan keprihatinan terhadap praktik kekuasaan yang ugal-ugalan. Seruan kritis itu menjadi kompas moral kaum intelektual sebagai panduan agar penguasa tidak lari dari koridor demokrasi dan terbelenggu oleh redupnya etika.Read More
Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis mengapresiasi putusan. DKPP memberikan penegasan bahwa pencalonan Gibran Rakabuming Raka sangat problematik pada berbagai aspek, terutama dari sisi etika dan hukum.Read More
Para Kepala Desa alias Kades menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, pada Selasa pekan lalu, 17 Januari 2023. Mereka menuntut agar pemerintah dan DPR RI merevisi Undang-Undang tentang Desa. Bukan hanya itu, mereka nekad rada kemaruk kata netizen. Massa dari Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI) saat melakukan aksi di depan Gedung DPR RI, […]Read More
Kewarganegaraan global atau kewarganegaraan dunia dalam makna luas mengacu pada seseorang yang mengutamakan identitas “masyarakat global” di atas identitasnya sebagai warga negara (nasionalisme atau chauvimisme). Menurut konsep ini, identitas seseorang sudah melintasi batas geografi atau demarkasi politik dan manusia di planet Bumi saling bergantung dengan satu sama lain. Kosmis menyatukan. Umat manusia merupakan satu kesatuan […]Read More
Ratusan tahun diskursus pembangunan politik dan demokrasi tidak memasukkan kepentingan bumi sebagai jalan memenuhi keadilan dan kesetaraan hidup di dalam tatanan rezim pemerintahan global. Demokrasi yang dibangun di banyak tempat hanya mengindahkan proses elektoral, teknikalisasi sirkulasi elite penguasa, dan transparansi pelaporan dalam beragam proyek demokratisasi baik kepada masyarakat sipil atau kepada jejaring pemerintahan. Secara sengaja, […]Read More
Selama lebih dari tiga dekade Indonesia hidup dalam kegelapan otoritarianisme. Tahun 1998 menjadi tonggak baru. Krisis ekonomi pada 1997, fragmentasi elit, dan gerakan mahasiswa pada 1998 telah mengantarkan negeri ini memasuki cahaya baru reformasi. Pada 21 Mei 1998 rejim despotik runtuh beserta seluruh bangunan besar politik yang menopangnya. Sejumlah prosedur, mekanisme, dan kelembagaan politik demokratik […]Read More