Pemberian izin tambang untuk ormas keagamaan tentu lebih besar keburukan ketimbang manfaatnya. Ormas keagamaan akan diseret ke bisnis pertambangan yang merusak lingkungan. Padahal, lingkungan hidup yang bersih dan sehat merupakan keadaaan yang semestinya dijaga dan dilestarikan, terkhusus oleh ormas keagamaan tersebut yang tentunya berpangku pada kitab-kitab ajaran agama masing-masing. Ormas keagamaan semestinya tidak boleh memikirkan kepentingan ormasnya saja, melainkan harus juga memikirkan dan menyiapkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk generasi mendatang (intergenerational equity),Read More
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan 3 (tiga) Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dibahas secara kilat dan tanpa adanya partisipasi publik yang bermakna, yakni RUU Kementerian Negara, RUU Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), dan RUU Keimigrasian. Praktik pembentukan UU yang kilat, jelas sarat kepentingan politik sesaat, menihilkan kewajiban pelibatan partisipasi publik, yang jelas telah dilakukan oleh DPR dan Presiden berulang kali. Faktanya, justru memperlihatkan cara yang semakin ugal-ugalan, formal maupun material.Read More
Melalui aksi paralayang ini, kami mengirimkan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, bahwa warga Trenggalek bersatu dalam menolak adanya pertambangan emas dan siap memperjuangkan hak mereka atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, demi generasi yang akan datang.Read More
Oleh karena itu, percakapan tentang transisi energi yang berkeadilan harus segera dimulai. Ia bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.Read More
Rumah Baca Komunitas: Menyemai Pendidikan Ekoliterasi dan Kesadaran Lingkungan
Untuk para pegiat literasi dan anak-anak muda, penting untuk bersuara dalam isu kelestarian lingkungan hidup. Karena anak-anak muda ini yang akan menerima persoalan dampak lingkungan jika pembangunan tidak pernah ditolak atau dikritisi. Anak muda harus punya keberpihakan yang baik terhadap lingkungan, terhadap persoalan-persoalan yang muncul akibat perubahan iklim dan pembangunan.Read More
Sarekat Hijau Indonesia sebagai gerakan masyarakat sipil dan gerakan pro demokrasi memiliki kekuatan lebih dalam berserikat dan bersatu untuk mengagendakan gerakan-gerakan untuk mempertahankan lingkungan hidup yang tantangannya semakin besar pasca pemilihan umum.Read More
Sehingga dengan lebih banyaknya karya yang mengulas Sumenep terutama dalam konteks sosial ekologi dengan mengekspose bagaimana ekstraktivisme bekerja, lalu bagaimana dampaknya pada masyarakat sampai cara-caranya membujuk rayu dan menekan masyarakat akan sangat berguna bagi advokasi ke depannya. Terutama membantu untuk menggambarkan realitas dan menambah alat bongkar sebagai ikhtiar untuk melindungi masa depan Sumenep serta Madura lebih luasnya.Read More
Bagi pegiat literasi yang kesunyian dan tetap menyala “teruslah berkarya jangan andalkan negara” (cak Nun) dan terus bekerja menciptakan peristiwa literasi untuk menerangi zaman. Kerja kerja literasi adalah kerja untuk peradaban sebagaimana catatan seorang antropolog amerika yang meneliti gerakan literasi di India: kerja literasi adalah mencerahkan dan mentransformasikan masyarakat.Read More
Kehebohan yang dibuat oleh pemerintah dan anggota dewan di DPR RI memicu kemarahan rakyat Indonesia. Praktik culas yang berusaha dilakukan dengan merevisi RUU Pilkada sekali lagi menunjukkan bahwa tujuan utama rezim ini adalah melanggengkan kekuasaan dan politik dinasti. Bagaimana tidak, pemerintahan Jokowi dan koalisi besarnya di DPR RI berusaha untuk membangkang terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat pencalonan kepala daerah. Read More
Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah yang berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tanggal 24-25 Agustus 2024 lalu berhasil menyedot perhatian masyarakat Muhammadiyah, khususnya para pecinta buku dan literasi. Salah satu daya tarik utama dalam acara ini adalah kehadiran sejumlah taman pustaka dari berbagai wilayah yang turut memeriahkan suasana.Read More