Tags : lITERASI

Kabar Komunitas

Kunjungan Mahasiswa Psikologi UAD

RBK – Beberapa Mahasiswa  Psikologi Uiversitas Ahmad Dahlan sore tadi (30/10) tengah mengunjungi Rumah Baca Komunitas.  Adapun keperluan mereka berkunjung adalah untuk melaksanakan tugas matkul Asesmen Komunitas dan Intervensi Psikologi Berbasis Lintas Budaya.  . Ini tentu menjadi agenda kolaborasi rumah baca komunitas dan temen-temen mahasiwa kampus yang sudah ke sekian kali dilakukan dengan berbagai agenda […]Read More

Essai

Pasca Musim Semi Gerakan Literasi

Bagi pegiat literasi yang kesunyian dan tetap menyala “teruslah berkarya jangan andalkan negara” (cak Nun) dan terus bekerja menciptakan peristiwa literasi untuk menerangi zaman. Kerja kerja literasi adalah kerja untuk peradaban sebagaimana catatan seorang antropolog amerika yang meneliti gerakan literasi di India: kerja literasi adalah mencerahkan dan mentransformasikan masyarakat.Read More

Artikel

Rumah Baca Komunitas Semarakkan Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah

Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah yang berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tanggal 24-25 Agustus 2024 lalu berhasil menyedot perhatian masyarakat Muhammadiyah, khususnya para pecinta buku dan literasi. Salah satu daya tarik utama dalam acara ini adalah kehadiran sejumlah taman pustaka dari berbagai wilayah yang turut memeriahkan suasana.Read More

Sticky
Essai

TIGA JENIS KESADARAN DALAM BERKOMUNITAS

Kesadaran (consiousnes) adalah kemewahan manusia sebagai makhluk antrpogenik. Tanpa kesadaran manusia tak bisa mamaksimalkan akal budi dan akal suci. Tanpa kesadaran prima manusia cenderung menghewani ketimbang memanusiawi. Tanpa kesadaran manusia tercerabut dari nalar ilahi menjadi lebih berhasrat memusnah (homo homini lupus). Bahwa manusia adalah hewan yang berakal. Kesadaran (hati) menuntun akal budi welas asih. Dari […]Read More

Sticky
Essai

ALITERASI MENGEPUNG KITA: PENGETAHUAN, ETIKA DAN KETERDIDIKAN

“Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas.” Pramoedya Ananta Toer di Bumi Manusia, halaman 138. Setiap orang yang literat tidak bisa serta merta disebut terpelajar. Bisa saja seorang individu yang literat, tetapi tidak berbudaya, amoral, rabun etika, hegemonik, intoleran, curang, bohong, mendominasi, tidak bertanggung jawab, dan bertindak tidak […]Read More