Rumah Baca Komunitas Menerima Kunjungan dari Mahasiswa Universistas Mercu Buana Yogyakarta, ini yang dibahas

 Rumah Baca Komunitas Menerima Kunjungan dari Mahasiswa Universistas Mercu Buana Yogyakarta, ini yang dibahas

RBK, KANOMAN – Dari sebuah peradaban dan pengamatan  lahirlah satu konsep keilmuan. Interaksi suatu komunitas atau masyarakat yang berbasis pada aspek perilaku dan tindakan sosial memunculkan satu kebiasaan yang kontinyu dan melahirkan sebuah nilai dan atau norma. Komunitas adalah bagian dari masyarakat, tak terkeculai Rumah Baca Komunitas (RBK). Maka salah satu tanggung jawabnya adalah membersamai masyarakat dalam mengembang tumbuhkkan satu peradaban yang dapat membentuk pola pemikiran dan perilaku yang maju dan progresif ditengah gempuran moralitas global yang semakin menghawatirkan.

Sebagai bentuk implementasi, pada hari Sabtu (4/12) Rumah Baca Komunitas dikunjungi oleh teman-teman mahasiswa jurusan Psikologi semester 1 dari Universistas Mercu Buana Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut ada sekitar dua belas orang dari perwakilan dua kelompok yang datang sekira pukul sepuluh pagi, dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah sosiologi komunitas. Mereka ingin mengenal dan menggali secara lebih dekat terkait dengan keberadaan RBK sebagai sebuah komunitas, mulai dari sejarah terbentuknya rbk, kegiatan, dampak dan peran rbk hususnya dalam wilayah kanoman ini dan masyarakat luas secara umum. Dan memang akhir-akhir ini RBK sering kali kedatangan tamu dari teman-teman mahasiswa dari berbagai kampus dalam rangka biasanya untuk memenuhi tugas perkuliahan.

Sesampainya di Padepokan RBK, mereka disambut dengan ramah oleh Kak Hasim dan Kak Ifan selaku penggiat RBK. Dengan duduk bersila dan melingkar di teras RBK, Kak Hasim  menyampaikan dan berbagi sesuai dengan alur pertanyaan yang mereka ajukan mengenai asas pergerakan, visi dan misi rumah baca komunitas kepada mereka semua. Karena sebagai sebuah komunitas yang sudah menempuh perjalanan satu dekade, ada banyak pengalaman yang harus dibagi dan ditularkan, ada ide yang harus disebarkan, dan ada semangat yang harus dijaga melalui obrolan-obrolan kultural semacam ini. Sehingga rbk sebagai komunitas yang menapaki ruang-ruang literasi, pedidikan dan lingkungan dapat diikuti jejaknya baik dalam ranah pikiran maupun aksi.

Dari beberapa list pertanyaan yang mereka ajukan ada satu pertanyaan yang menarik dan penting. Mereka bertanya mengenai azas RBK dalam berkomunitas selama ini, dan mereka rupanya juga mengapresiasi RBK sebab bagi mereka tidak mudah untuk satu komunitas bertahan dan bergerak selama satu dekade atau lebih. Maka secara spontanitas kami menjawab bahwa azas rbk adalah asas kemanusiaan dan kebermanfaatan. Dari dua terminologi ini kami merasa bahwa dimanapun manusia berada, seseorang harus senantiasa belajar menjadi pribadi yang lebih baik.  Dalam rangka menjaga kemanusiaan kita dan selaiknya manusia yang beriman, menjadi manusia yang baik indikasinya adalah yang memberi kemanfaatan bagi orang lain. Selain itu mereka juga melakukan mini room tour di RBK sembari melihat keadaan di RBK dan melihat beberapa koleksi yang terpampang di rak-rak buku RBK. Setelah dirasa  obrolannya selesai dan dirasa cukup, kami menyempatkan untuk sesi poto bersama antara penggiat RBK dan teman-teman dari Mercu Buana Yogyakarta sebagai laporan atas terlaksananya sharing dan silaturrahim hari ini.

Bagikan yuk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *