Buku ini memotret ekonomi politik pertembakauan di Temanggung dengan tiga fokus utama: (1) bagaimana implementasi SK Bupati 510/369/2019 tentang pembentukan Gugus Tugas Pertembakauan; (2) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya; serta (3) bentuk mobilisasi APTI dalam memperjuangkan hak-hak petani tembakau. Fokus ini ditegaskan sejak awal sebagai upaya menambah khazanah ilmu dan menjadi rujukan analisis gerakan sosial petani tembakau, khususnya di Temanggung […]Read More
Jakarta, 11 September 2025 – Sidang lanjutan perkara Nomor 112/PUU-XXIII/2025 di Mahkamah Konstitusi kembali digelar pada Kamis, 11 September 2025, dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dan saksi dari pihak pemohon. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang seharusnya hadir untuk memberikan keterangan kembali tidak hadir. Absennya DPR memperlihatkan lemahnya akuntabilitas lembaga legislatif dalam mengawal kebijakan yang […]Read More
Desakan 1: Perbaiki secara menyeluruh misalokasi anggaran yang terjadi dan tempatkan anggaran pada kebijakan dan program secara wajar dan proporsional. a) Kurangi porsi belanja untuk program populis secara signifikan. ●Alokasi APBN untuk berbagai program populis di 2026 (mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih, subsidi dan kompensasi energi, sekolah rakyat, dan program […]Read More
Radikalisme agama dan kritik terhadap tambang berada pada medan masalah yang berbeda. Yang satu menyangkut tafsir keagamaan dan kekerasan, yang lain menyangkut eksploitasi sumber daya alam serta nasib masyarakat adat dan petani. Dengan menyamakan keduanya, ada risiko mengaburkan urgensi kritik terhadap praktik tambang yang nyata-nyata merusak.Read More
Beberapa contoh keberadaan hutan adat juga terjaga dengan baik oleh masyarakat setempat. Bahkan hutan produksi pun bisa berubah status karena tuntutan masyarakat setempat yang menginginkan hutan tersebut tidak ditebang, agar mata air tetap mengalir dan terhindar dari longsor.Read More
Apa itu 17+8 Tuntutan Rakyat? “17+8 Tuntutan Rakyat” merupakan desakan terbuka yang diinisiasi sejumlah pemengaruh (influencer) dan pegiat media sosial, seperti Jerome Polin, Chandra Liow, Andovi Da Lopez, Abigail Limuria, dan Andhyta F. Utami. Penamaan 17+8 itu dipilih karena berisi 17 tuntutan jangka pendek dengan tenggat waktu Jumat (5/9) dan 8 desakan jangka panjang dengan […]Read More
Buku ini dimulai dengan kisah Jan Djong , putra seorang mantan kepala desa dan petani di sebuah desa bernama Hewokloang di tenggara Maumere , Nusa Tenggara Timur. Kisah Djong dimulai dengan kematiannya yang mengerikan pada tahun 1966. Setelah ditahan pada awal tahun itu, ia dipukuli, diarak keliling kota, dikencingi, dibunuh tanpa diadili, dan dikubur di […]Read More
“Kita gagal mengubah narasi dan kita masih terjebak dalam sistem hukum, ekonomi, dan politik yang sama,” ujar David Suzuki dalam wawancara eksklusif dengan iPolitics . “Bagi saya, yang harus kita lakukan sekarang adalah bertahan.” Dalam edisi perdana kami, iPolitics berbincang dengan David Suzuki, aktivis lingkungan terkemuka dan pembawa acara ‘The Nature of Things’ yang telah […]Read More
Oleh: Aninda Dewayanti dan Norshahril Saat* Sejak tahun 1997, masyarakat Indonesia telah mengalami banyak kebakaran hutan di lahan gambut, terutama di Sumatera dan Kalimantan yang mayoritas penduduknya Muslim. Pada tahun 2015, di tengah salah satu krisis kabut asap terburuk yang pernah terjadi di negara ini, masyarakat setempat dan tokoh agama di Provinsi Riau menggunakan argumen […]Read More
Buku Against Progress karya Slavoj Žižek adalah refleksi yang gigih dan mendalam tentang paradoks, kegagalan, dan potensi transformatif yang tertanam dalam konsep kemajuan itu sendiri. Seorang filsuf yang terkenal karena memadukan yang abstrak dan yang mendalam, Žižek menggunakan energi khas dan kecemerlangan polemiknya untuk menjawab salah satu pertanyaan paling abadi dalam modernitas: Apa artinya bergerak […]Read More