Terhitung sejak tiga tahun belakangan—setelah menapaki jalan di kota pelajar sebagai seorang perantau—saya secara intens membangun hubungan yang belum“boleh” dikatakan mesra dengan dunia perbukuan. Dan sungguh beruntung, masih begitu lekat diingatan, buku pertama yang saya tuntaskan tiga tahun lalu itu merupakan salah satu diantara roman tetralogi Pulau Buru karangan sastrawan besar Indonesia yang konon, setengah masa […]Read More