Tags : AS Rosyid

Artikel

Catatan dari Kelas Esai bersama AS Rosyid di Yogyakarta, 26

Jika Cak Nun adalah napas, Gus Dur adalah tawa yang diam diam membedah. Kumpulan esainya, termasuk Tuhan Tidak Perlu Dibela, menunjukkan bahwa kritik paling tajam kadang datang dengan tawa ceria. Ia menulis tentang agama, negara, dan kemanusiaan dengan ringan, sampai pembaca sadar bahwa yang sedang ia goyang adalah fondasi cara berpikir kita sendiri. Esai tidak harus marah untuk bersikap. Satu kalimat jenaka yang ditempatkan dengan tepat bisa lebih mengguncang daripada seribu slogan.Read More