Foto Warok Yono

Mekar Literasi di Bengawan Solo

Oleh: Warok Yono
Pegiat Rumah Baca Cahaya

Gerakan pengerahan pengetahuan sejatinya bukan hanya menggerakkan buku-buku dan sumber pengetahuan lainnya dari satu titik ke titik lainnya. Bukan hanya sekedar menyedekahkan buku. Tidak hanya sekedar mentransformasi pengetahuan. Namun lebih dari itu, gerakan pengerahan pengetahuan zaman ini juga menggerakkan empati berbagi, semangat berkolaborasi dan kesamaan pandangan bahwa pengetahuan itu adalah hak semua anak bangsa di manapun ia bersemayam. Hak anak bangsa apapun uniform nya. Dari penjual koran sampai pengaji Al-Qur’an. Dari pedagang tomat sampai tukang akrobat. Dari politisi sampai pembuat petisi. Dari pembuat bumbu rujak cahaya sampai pemburu tampuk kuasa. Dari yang bercelana sampai yang berkebaya.

Siang itu, siang Februari. Terik mentari menghunjam di sepanjang bantaran aliran bengawan Solo. Kami menunaikan janji yang pernah terlontar. Berbagi buku dan empati. Bersama-sama meniup pijar peradaban agar terus semburat mencahaya. Di musim penghujan yang belum tandas ini kami menyusuri jalanan yang meski berpaving namun bergelombang. Berpaving namun menari merekah. Manakala beradu dengan ban motor menarilah paving itu. Belum lagi genangan air yang lumayan licin semakin menebalkan laku nyali. Sesekali kami berhenti. Mengelap keringat dan menghela napas. Masih jauhkah jarak tempuh ? Ah, tak apa. Kasih ibu sepanjang jalan kasih buku sepanjang galengan.

Sampailah titik lokasi. Istirah sejenak sambil melamun mengingat impian David Efendi. Impian yang didengungkan menjelang buka puasa tempo lalu. Impian tentang “tambangan” -semacam biduk- yang menyusuri aliran bengawan solo. Mengantarkan aneka pustaka ke desa-desa di bantaran aliran bengawan solo. Impian yang sangat mungkin terwujud. 

Lamunan itu buyar karena kami harus menyerahkan buku-buku dan semangat berbagi kepada pengasuh barunya. Dan kami tersadar dengan penuh sungguh bahwa tujuan kami ternyata masih jauh. Karena dari Rumah Baca Cahaya ke Luang Baca Pesanggrahan itu hanyalah terminal.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup