Oleh: Ahmad Mujahidin Pulungan

Negara apakah dibuat untuk menciptakan celaka bagi rakyat? kenyataan demi kenyataan semakin memperparah keadaan.

Curigaku sudah mencapai puncaknya, tak salah lagi fenomena akhir-akhir ini yang membuat pemikiran jalangku tentang kawanan yang mengaku dirinya manusia semakin bertambah buruk, aku teringat beberapa literasi mengenai toeri konspirasi pertarungan kabilah Karl Max dan kabilah Adam Smith yang berasal dari Dep Web, yang melakukan drama ideologi yang gunanya untuk menindoktrinasi manusia dari tiap-tiap bangsa untuk melawan sistem kenegaraan yang berideologi agama agar sistem itu runtuh. Cara itu sangat efektif terbukti dengan runtuhnya kaisar tsar dirusia dan turki utsmani di turki yang akhirnya dimulailah neo-imprealis yang benar-benar nyata dan kita rasakan hingga sekarang. 

Fenomena itu bisa kita jadikan refrensi untuk melihat fenoma yang terjadi sekarang, terlepas ini juga kelanjutan dari strategi neoimprealis dan juga yang harus kita lihat cara mengenai yang dilakukan sekarang hingga terjadinya fenomena ini juga kurang lebih sama dengan konsep awal.

Omnibus law, ini bukan teori awal yang pernah kita dengar namun teori ini sudah diterapkan di Amerika melalui buah pikiran dari Angelo-Saxon mengenai tradisi Common Law, yang secara simplenya hukum ini mengandung banyak peraturan yang bisa mengatur banyak aspek dengan ibarat sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dimana yang menjadi inisiator adalah lembaga ekskutifnya. saya tidak membangun sentiment terhadap pihak eksekutif bisa kita bayangkan orang-orang yang berada diekskutif sekarang dengan latar belakang dan kontroversi yang pernah terjadi dari tiap-tiap orangnya, silahkan ambil kesimpulan sendiri mengenai hal ini. Saya teringat dengan perkata Loen Trotsky mengenai Demokrasi merupakan sebuah gagasan yang dibawa oleh orang pemegang modal guna untuk menghipnotis masyarakat atas keboborokan pemerintahan yang terjadi dahulunya. 

Apa untunganya hal ini dilakukan ? ya ini cara pemindahan kekuasaan yang dilakukan oleh para pemegang modal agar mereka dapat mengatur dunia dengan modalnya, tak percaya ? butuh contoh simple ? bisa kita hitung berapa banyak yang menyatakan diri pemerintah demokrasi yang terbelit hutang ? sekelas Amerika serikat pun punya hutang, dengan siapa ia berhutang ? ini bisa menjadi penjelasan yang panjang dan tak banyak bisa mempercayai apa yang saya katakan ini.

Bila kita melihat fenomena omnibus law ini bukan terjadi pada tahun ini saja, namun pernah diterapkan pada peraturan pemerintah pengganti undang-undang no 1 tahun 2017 tentang akses informasi untuk perpajakan atau disebut dengan perppu AEoI (Automatic Exchange of Information) dan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah (UU Pemda). Dan kini sudah dikibar secara lantang mengenai Omnibus law yang kita dengar RUU lapangan kerja dan RUU perpajakan. Dan berbagai lini telah merespon mengenai RUU ini terkait mengenai peringanan terhadap perusahaan yang melakukan tindak pidana dari hukuman 2-5 tahun penjara dan/ denda 200-500 juta menjadi hukuman 1-5 tahun penjara dan/ denda 100-500 juta dan kita ketahui bersama mengenai perkara ini tiap tahunnya selalu meningkat. 

Tak hanya itu yang menjadi perhatian saya sebagai orang daerah adalah pengelolahan amdal yang sebenarnya sudah menjadi barang yang harus dibereskannya dari hasil eksploitasinya, kini perusahaan tak perlu memikirkan mau buang amdal kemana atau bagaimana cari amdal ini dapat diolah kembali agar dampaknya tak terlalu berbahaya bagi lingkungan sekitar. Sekarang lingkungan daerah saya mendapatkan ancaman baru dalam kehidupannya. Saya ambil satu contoh suku anak dalam yang ada dipedalaman hutan Sumatra, boro-boro mereka diperhatikan ataupun lestarikan kebudayaan mereka sebagai bagian dari slogan Bhinneka tunggal ika dan diberikan haknya sebagai bagian dari bangsa Indonesia kini mereka harus berjibaku dengan kendaraan berat yang akan menggusur rumah mereka ataupun mereka harus mati karna terbakar didalam hutan karna pembukaan lahan yang dilakukan para korporat yang sok-sokan membuat program sosial untuk menutupi kebusukannya. Ini sudah menjadi rahasia umum yang terjadi di daerah saya dari dulu hingga kini. 

Pertanyaannya mengapa ini tidak terekspos ? terlepas dengan lokasi yang susah dijangkau juga penutupan informasi ini didukung oleh media yang sudah murtad dan pada buzzer mandul yang sudah disodomi uang dilobang anusnya. Kini para lembaga yang bergarak dikejiwaanpun sudah kena kejiwaannya karna fenomena yang terjadi sekarang, omnibus law telah menjadi alat persengkokolan baru untuk memasukan kepentingan perorang yang berkuasa, dengan menjual data PDB kita terhadap asing dengan mengorbankan para anak bangsa yang memiliki potensi diri dan masyarakat dibiarkan bodoh dengan slogan-slogan yang menghipnotis mereka. 

Mari kita renungi kembali fenomena ini sebagai masalah bersama dan mencari kesimpulan untuk mengambil sikap mengabah fenomena yang terjadi sekarang. Jika tidak mengubah sekecil apa pun, minimal kita berdoa maka kecelakaanlah bagi orang orang yang bersama Omnibus law yang merugikan rakyat.

Komentar Pecinta RBK

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link