Dafrin saat mengisi bedah buku "Indonesia for Sale" di RBK

Bagaimana Aku Merantau untuk Kuliah dan Merawat Komunitas Literasi

Oleh: Dafrin Muksin
Pegiat RBK

“Investasi sumber daya manusia, Sebuah Inspirasi dari rumah jogja”
Banyak orang yang bebicara soal perjuangan, perubahan dan semacamnya. namun sedikit dalam kehidupan ini, kita menemukan orang-orang yang benar melakukan hal demikian, dan bahkan terkadang menjadi sebuah otopia. 

Ketika mimpi menjadi realitas, sejatinya bukanlah terjadi dalam waktu sekejap namun memiliki cerita yang panjang, dan tersembunyi dibalik kebahagiaan akan pencapaian dari mimpi tersebut. Kencenderungan akan perasaan ketidaktahuan dan keingintahuan menjadi spirit ketika langkah kaki ini, melangkah ke tanah jogja sebagai kota tujuan untuk menjawab atas kegelisahan dan kehausan akan Ilmu Pengetahuan. 

Dialog yang sempat tembangun ketika dipenghujung perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) bersama kawan Janwar Umasangadji, ketika mewacanakan problematika di provinsi Maluku Utara, kami berkisimpulan bahwa sumber daya Alam bukanlah jaminan untuk menjadi wilayah yang berkemajuan, namun Investasi Sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam membagun sebuah bangsa dan negara. Sehingga kebijaksanaan dalam pengelolaan sumber daya Alam dapat terlaksana dengan baik, terdistribusi secara meratata dan berkeadilan. 

Dialog singkat ini membuat kami harus mengerutkan dahi untuk menentukan langkah kedepan. ketika perubahan yang diwacanakan oleh anak petani dan buruh, untuk menggapainya membutuhkan usaha dan kerja Keras. Kesadaran akan keterbatas ekonomi tidak membuat pudar semangat untuk menggapai mimpi dan cita-cita.

 Kita harus ke Jogja!! 

Teriak janwar Umasangaji sambil menepuk meja, dan tertawa bahagia. Menyambung peryataan kawanku ini, saya mengatakan, ini bukan candaan namun harus dibuktikan dengan tindakan. Sebab perubahan bukan kata-kata melainkan tindakan. 

Setelah menyelesaikan perkuliahan di bulan agustus 2017, sebagai tanda memulai kehidupan Yang sebenarnya, menjadi tantangan terbesar dan ketakutan akan ketidak mampuan untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita. Setelah melewati masa transisi, di awal bulan Juli 2018 saya tiba di Jogja dengan semangat akan Ilmu Pengetahuan. 

Memulai kehidupan dan aktifitas yang jauh dari kawan, saudara dan orang tua, sebagai manusia tentunya tidaklah mudah. Hal ini terbayarkan Ketika bekumpul dan bertemu dengan teman-teman jaringan intelektual (Rumah Baca Komunitas) dengan sapaan ramah dan terbuka membawa kehangatan akan kehidupan di jogja. 

Selama beraktivitas di Rumah Baca Komunitas Memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berarti yang harus di terapkan ketika kebali di negrinya para raja-raja Maluluku Utara. Mengerakan buku melalui program ROTS, berdiskusi di rabu sore , bedah buku jumat sore, Merawat buku dan beraktifitas lainya. 

Spirit yang dapat dipetik adalah buku harus di berikan kepada pembacanya, bertindak tanpa harus diperintah, tersus bergerak, berdiskusi, menulis, membaca dan berkollaborasi. Menunjukan bahwa kita tidak diam dalam menyikapi problem sosial. 

Aktifitas-aktifitas intelektual bukanlah persoalan mudah, membutuhkan energi yang luar biasa. Kerja-kerja intelektual tidak akan mungkin dapat dilakukan seorang diri, harus dilakukan dengan berkolaborasi bahu membahu dalam mengerakan ilmu pengetahuan. Sebab perubahan harus digerakn dari Satu orang kesatu orang, dari trotoar sampai di warungg kopi. 

Setelah hari-hari berlalu jogja dikejutkan dengan kedatangan kawan yang pernah berdiskusi dan menanamkan spirit ilmu pengetahuan, Janwar umasangaji, ktika selesai dari perkuliah saya menyempatkan untuk bertemu kawan seperjuangan ketika berkuliah dulu di S1. Saya sempat mengajukan beberapa pertanyaan, Apa yang akan engkau lakukan di jogja kawanku.? Jawaban sangat singgkat, Ia menjawab Ilmu Pengetahuan..!!

Saya sudah memprediksikan kata-kata itu yang akan keluar dari kawanku yang progress yang pernah mejadi Presiden BEM FlSIPOL serta mantan kandidat HMI cabana Ternate. Senggaja pertanyaan itu saya ajukan untuk memastikan dimana dia akan berkuliah. 

Singkat cerita dia mengatakan bahwa dia akan melanjutkan perkuliah tahun depan atau mungkin belum melanjutkan studi.  

Hal itu tidak menghalangi untuk menyelami lautan pengetahuan. seba jogja selalu menyediakan suasana keilmuan. Gerakan Literasi menjadi ciri Dan spirit Dari beberapa volunteer di jogja dan diluar kota Jogja untuk menciptakan suasana keilmuan. 

Bagi kami kehidupan dijaman yang serba bekecukupan, miskin harta dan tahta tidak mengapa namun kita tidak biisa miskin akan ilmu pengetahuan.
Kebahagian kaum itelektuan bukanlah pada harta dan kekuasaan tetapi pada Ilmu pengetahuan. 

Inilah yang harus dikembangkan di luar kota jogja, yaitu dengan membentuk Komunitas literasi, meperbanyak perpustakaan ditingkat desa dan kelurahan sebagai upaya untuk menggapai masa depan yang gemilang. Investasi Sumber daya manusia lebih penting dari segalanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup