Tulisan ini adalah kritik terhadap teologi kesejahteraan Muhammadiyah yang “dioret-oret” oleh saudara Azaki Khoirudin dan dimuat ulang oleh situs resmi Muhammadiyah (saya anggap itu aminan Muhammadiyah atas pemikiran penulis). Read More
Bogor – Rabu (10/12), Aliansi Mahasiswa Bogor berhasil salurkan paket bantuan berupa pakaian layak pakai dan bahan makanan untuk korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bekerjasama dengan SalamAid, salah satu lembaga kemanusiaan dan TNI AU Atangsanjaya, Aliansi Mahasiswa Bogor telah menyalurkan dan mendistribusikan bantuan tahap kedua ke daerah […]Read More
Jika Soeharto disebut pahlawan karena pembangunan dan stabilitasnya, maka siapa yang akan disebut korban dari stabilitas itu?Read More
Pembangunan PLTU Cirebon menimbulkan beragam respons masyarakat—antara dukungan terhadap pembangunan ekonomi dan penolakan atas kerusakan lingkungan.Read More
Rumah Baca Komunitas kembali menghadirkan ruang diskusi dan refleksi kritis melalui agenda "Reboan" nonton dan diskusi film dokumenter Dirty Vote 2, pada Rabu, 22 Oktober 2025 mulai pukul 18.00 WIB di Rumah Baca Komunitas.Read More
Dalam konteks ini Agamben menegaskan, normalisasi keadaan-darurat dalam rezim demokrasi telah menghapuskan perbedaan distingtif antara ‘keadaan-darurat’ dan ‘keadaan-normal’.Read More
Pikiran kritisnya Faiz enggak boleh dibungkam, enggak boleh dihilangkan, dan kemampuan menulisnya itu harus terus dipelihara.Read More
Rabu malam (15/10), suasana Rumah Baca Komunitas (RBK) kembali dipenuhi perbincangan hangat dan reflektif. Tepat pukul 19.30 WIB, kegiatan rutin Reboan Diskusi Buku kembali digelar dengan menghadirkan sebuah karya penting berjudul “Dari Gerakan Sosial Menuju Pengakuan Hukum: Politik Hukum Hak Atas Tanah Masyarakat Adat Sibiruang Perspektif Lokal hingga Internasional” karya Mhd Zakiul Fikri.Read More
Buku ini relevan dengan fenomena sosial di Indonesia, di mana banyak masyarakat adat menghadapi kesulitan dalam memperoleh pengakuan hukum atas tanah ulayat mereka. Melalui pendekatan yang kritis dan analitis, Fikri menggambarkan bagaimana gerakan sosial dapat berkontribusi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.Read More
Bayangkan sebuah sungai. Airnya mengalir deras dari hulu, menyusuri lembah, membawa kehidupan bagi komunitas di sekitarnya. Lalu, suatu hari, sebuah perusahaan membangun pabrik dan membuang limbahnya ke aliran sungai itu. Air yang jernih menjadi keruh, ikan-ikan mati, dan warga pun jatuh sakit. Dalam sistem hukum kita yang berlaku, apa yang bisa kita lakukan? Biasanya, kita […]Read More