Muhammadiyah sebagai jangkar modernisasi agama punya persoalan sekaligus tanggungjawab moral spiritualnya. Pembaharuan faham keagamaan telah memanifeskan gap spiritual antara manusia dalam lingkungan hidup. Rasionalisme seolah membenarkan faham antroposentrisme di mana bumi dan isinya untuk sebesar besarnya hasrat akumulasi kapital bagi manusia. Rasionalisme keagamaan menghilangkan dimensi spiritualisme manusia dalam membangun relasi yang adil kepada sesama ciptaan-Nya. […]Read More
Tags : resakralisasi alal