Bacalah ; Menghidupkan Kembali Semangat Membaca Para Mahaguru Peradaban

Iqra!, Read!,  Lesen!, lire!, letto!, yomu!, Ilg-gi!, Chitat’!, Diavazo!, seru Suherman dalam bukunya, Bacalah ; Menghidupkan Kembali Semangat Membaca Para Mahaguru Peradaban. semua kata asing itu berarti Bacalah. kata ini tidak asing lagi ditelinga. bahkan ini juga merupakan salah-satu ajaran terpenting yang ditujukan untuk Umat Manusia. 

hampir semua pemimpin besar Dunia merupakan Produk dari bacaannya masing-masing, Karl Marx, Mahatma Ghandi, Barack Obama, Mohammad Hatta, hingga sastrawan besar kita, Taufiq Ismail. tokoh-tokoh ini punya nostalgia dan kebiasaan membaca yang tidak diragukan lagi. 

kita semua pasti ingat dengan Fir’aun salah-satu raja, penguasa lampau yang mungkin paling dikenal. tahukah, ternyata dibalik ke-otoriterannya tersembunyi fakta yang sangat menarik?. ya, Fir’aun yang terkenal dengan gayanya yang militerism dalam memimpin rakyatnya ternyata mengoleksi 20.000an buku!.Rahasia dibalik kesuksesannya ternyata juga adalah Membaca!.    

Suherman lewat buku, Bacalah ingin membangkitkan lagi minat membaca dikalangan orang Indonesia. fakta yang dia sajikan dalam buku ini memperlihatkan minat membaca pada orang Indonesia sekarang sangat memprihatinkan. ketertinggalan kita sebenarnya bukan persoalan kemampuan kognitif, tapi kurangnya wawasan. dan wawasan itu dari sekian banyak cara mendapatkannya ialah dengan membaca. 

dalam buku ini juga Suherman menampilkan tulisan Taufiq Ismail, AM Fatwa, Mohammad Sobary dan masih banyak lagi yang lain. selain itu, uniknya, Suherman juga menyediakan bagian khusus yang mengulas bagaimana membangkitkan kesadaran membaca berupaTerapi Minat Baca. maka lengkaplah buku ini. selamat membaca!.

~Fauzan Anwar Sandiah~

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup