Sepanjang Perjalanan Dari Jogja Menuju Pulau Buru, Pegiat RBK La Ode Alimin membuka Lapak Baca

Seorang pegiat motor pustaka di Rumah Baca Komunitas (RBK) baru saja menyelesaikan studi masternya di Jogja. Hari ini dia akan pulang ke kampungnya, Pulau Buru. Tempat yang begitu legendaris di telinga pembaca novel Pramoedya Ananta Toer sekaligus bikin bulu kuduk lompat-lompat bagi pembaca sepanjang masa sebelum Soeharto mengalami pemakzulan. Di sana, sudah hampir tiga tahun ia juga mendirikan perpustakaan publik yang dikelola bersama bapaknya yang diberi nama Rumah Belajar Komunitas. Ia beri nama itu juga sebagai akronim alternatif RBK.


Namanya La Ode Alimin. Pertama kali ketemu empat tahun lalu. Ia pembaca puisi yang bagus. Kalau ingin merasakan bagaimana nuansa saat Widji Thukul baca puisi, ya boleh juga kita padankan dengan La Ode. Awalnya ia banyak terlibat tiap kali kami bikin malam Apresiasi Seni dan Sastra (Apsas). Ia termasuk yang bisa baca puisi beneran selain Mas Sarkawi dan Pak Gendon. Sedikit dari sekian banyak populasi pegiat komunitas.
La Ode bukan satu-satunya “orang timur” di komunitas kami. Tapi ia istimewa karena sangat militan untuk urusan puisi dan buku. Belakangan, ia punya aktivitas tambahan dengan membonceng buku keliling kampung-kampung menggunakan motor pustaka. Minggu pagi ia buka di alun-alun kidul, pada hari-hari biasa, jika tak ada kuliah, ia berkendara ke manapun pembaca bisa ia temui. Ia menimba ilmu itu barangkali dari Dauzan Farook seorang veteran tua perang di Jogja yang uang pensiunannya dipakai membuat perpustakaan dan keliling bawa buku bersepeda ontel.


Tadi pagi dia mengabarkan kalau sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sembari menunggu kapal, ia buka lapak baca. La Ode memang selalu begitu. Sudah kebiasaan dia juga merespon tempat-tempat publik sebagai ruang baca. Ia sudah terlatih melakukannya. Bahkan ketika mampir sholat di mushola atau pas depan sekolah pun, sangat mungkin ia akan menggelar lapak buku. Ia sedang mengangkut berkardus-kardus buku menyebrang laut. Di foto, ia tampak pake peci dan jaket loreng.

Di Kapal Lao Ode juga membuka ruang baca dan menggembirakan penumpang kapal yang terdiri dari anak-anak.Terlihat di gambar bagaimana antusiasme dan radikalnya La Ode di dalam mengupayakan tersebarnya ilmu pengetahuan.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup