Tepat pada tanggal 25 februari 2015 para pegiat Rumah Baca Komunitas membedah suatu film yang mengisahkan seorang aktivis sejati yang mengumandangkan pemberian hak asasi manusia, aktivis yang tidak pernah pantang mundur dalam membela kebenaran bahkan sampai akhir hayatnya idealismenya tentang perjuangan membela buruh, kaum tertindas, rakyat lemah tetap dipertahankan, ya sangat tepat dia adalah MUNIR SAID TALIB. Seorang aktivis yang berasal dari batu, malang yang harus kehilangan nyawanya diatas pesawat dengan cara di racun.

Suasana malam di padepokan rumah baca konunitas begitu hangat , hubungan kekeluargaan diantara pegiat nampak hadir secara natural tanpa ada tujuan lain selain memanusuakan manusia , tidak pula memandang status usia dan dari mana asal pegiat. Semua berkumpul untuk kembali mengingat perjuangan munir yang mulai terlupakan. Tepat pada malam itu juga terdapat aktifis-aktifis dari berbagai golongan usia yang tentunya memiliki potensi melanjutkan perjuangan munir di masa lalu.

Kisah munir di kisahkan sejak kecik munir merupakan manusia yang memiliki kepekaan sosial terhadap sesama manusia , munir berasal dari keluarga islam dan berlatar belakangkan organisasi himpunan mahasiswa islam akan tetapi selama dalam perjuangannya membela dan memperjuangkan hak asasi manusia munir tidak pernah berdiri mewakili suatu golongan, munir berdiri sebagai manusia yang tidak dapat melihat kesewenangan2an orde baru yang di pimpin soeharto.

Sekali lagi kita diperlihatkan resistensi tehadap orde baru oleh seorang aktivis bernama munir, bagaimana buruknya pemberian hak asasi manusia , hak asasi manusia seolah menjadi suatu hal yang sulit didapatkan oleh semua warga negara padahal jelas diatur dalam peraturan perundang-undangan negara indonesia hak asasi manusia di jamin bahkan sejak pertama kali manusia hadir ke atas bumi ini bahkan jauh sebelum itu pada tahun 1215 disahkannya magna charta.

Dengan jelas dalam magna charta di jelaskan bahwa raja/pemimpin menjamin ha-hak dari setiap rakyat , memberikan kebebasan kepada rakyat dan yang paling fundamental adlh HAM lebih penting dri pd kedaulatan & kekuasaan. Artinya kita kembali dibenturkan bahwa rezim orde baru mematikan peran civil society sebagai bagian dari negara untk mengkontrol jalannya negara.

Rakyat dibuat tertidur dengan diberikan makan yang kenyang oleh rezim orde baru tp ditengah hal tersebut yg terjadi justru jurang pemisah antara si kaya & si miskin makin tak terkendali yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Melihat realitas yang ada munir menjadi jawaban akan kegusaran buruh & rakyat kecil terhadap ketidakadilan yg mereka terima pada era orba. Kata-kata yang harus kita ingat bahwa untuk menjadi seorang aktivis seperti munir kita tidak perlu “membaca dan paham teori kapitalisme, marxisme atau sosialisme untuk membela rakyat kecil, yg diperlukan adalah membuka hati , telinga dan mata bahwa ketika ada ketidak adilan yg sedang terjadi di sekeliling kita maka kita yg berhak dan berkewajiban mengahncurkan dan membinasakan ketidakadilan dan diskriminsasi tersebut “.

Sampai detik ini negara seolah berusaha melupakan perjuangan munir, melupakan proses hukum untuk menghukum pembunuh munir,pembunuhan yang dilakukan dengan cara yang hina. dengan begitu banyak intelejen yang handal yang dimiliki indonesia rasanya tidak mungkin kesulitan untuk mengungkap satu kasus mengupas tuntas kematian munir akan tetapi realitas yang terjadi negara seolah berusaha melupakan kasus Munir dan berusaha melindungi & menutup rapat-rapat identitas pembunuh munir. Ketika munir melakukan resistensi dari ketidak adilan rezim orde baru saat ini bagi kami para aktivis resistensi yang dapat kami lakukan kepada negara kadalah MENOLAK LUPA KASUS MUNIR , KUPAS TUNTAS KASUS MUNIR!. Masalah politik yang di hadapi indonesia sampai pada dewasa ini dikarenakan sedikit sekali para pemegang jabatan publik yang memegang teguh pembelajaran dan kontrak sosial-kinerja yang diberikan kepadanya.

Masalah politik yang dihadapi indonesia pada dewasa ini dikarenakan sedikit sekali para pemegang jabatan publik yang memegang teguh prinsip dan idealisme munir dalam berjuang, sesuatu ilmu sederhana tapi jika dilakukan akan mengubah masa depan khalayak ramai bahkan negara menjadi lebih baik yakni “berjuang bukan untuk satu golongan , lakukan perjuangn dengan tulus untuk kebaikan umat bukan untuk kebaikan dan kepentingan golongan “.

Pembelajaran yang terkahir yang dapat saya simpulkan adalah hilangkan paradigma bahwa seorang aktivis akan sulit menyelesaikan program studinya di dunia perkuliahan karena sekali lagi almarhum munir menunjukkan kepada kita bahwa almarhum mampu menyelesaikan studinya dengan waktu yang tepat sesuai dengan target yng menjadi acuan selama ini, intinya menjadi aktivis dengan bertujuan memperjuangkan kemaslhatan umat tdak akan mengahambat studi untuk menggapai cita-cita.

Walaupun munir sudah pergi tidak etis ketika kita meratapi kepergian munir secara berlarut2 namun yg dpat kita lakukan sebagai manusia yng masih diberikan nyawa oleh tuhan adalah menruskan perjuangan munir dengan konsep disertai aksi nyata demi perbaikan indonesia di masa depan dan buat almarhum bangga di alam sana bahwa semangatnya dalam memperjuangkan hak asasi manusia masih tetap hidup sampai saat ini.

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link