[Press Release] Aksi Publik “Tolak Birokratisasi Program Kargo Literasi Gratis”

PRESS RELEASE
AKSI PUBLIK
RUMAH BACA KOMUNITAS YOGYAKARTA

TOLAK BIROKRATISASI PROGRAM KARGO LITERASI GRATIS (FREE CARGO LITERACY)

Aksi publik ini merespon Surat Edaran Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0009/G/BS/2019 tentang Program Pengiriman Buku dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional yang mempersulit proses distribusi buku. Sebagaimana diketahui, program Kargo Literasi Gratis (Free Cargo Literacy) adalah kebijakan Presiden yang diamatkan kepada PT. Pos Indonesia (Persero), ditindaklanjuti oleh SK Direksi PT. Pos No. KD.55/Dirut/0517 dan Surat Edaran No. SE36/Dir. tentang kiriman buku bebas biaya setiap bulan selama satu hari pada tanggal 17. Melalui tiga bentuk komitmen yakni, Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama antara Kemendikbud dan PT. Pos, serta SK Kemendikbud No. 78/P/2019, wewenang tindak lanjut program Kargo Literasi Gratis diambilalih oleh Kemendikbud sebagai bagian dari Gerakan Literasi Nasional. 

Aksi Publik dengan pengunjung 0 KM
David Efendi, Ketua Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah
La Ode Alimin, pegiat Rumah Belajar Komunitas Pulau Buru Maluku
Materi-materi Aksi Publik

Kargo Literasi Gratis sebagai bagian dari Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud dilampiri pedoman pengiriman buku. Pedoman pengiriman buku inilah yang menjadi titik masalah utama. Pertama mengenai pembatasan jenis buku yang dapat dikirim dan persoalan kapasitas pelaksanaannya yang mustahil diterapkan. Sebagaimana diketahui, proses klasifikasi jenis buku tidak akan dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat, sementara proses pengiriman dan volume jumlah buku yang akan dikirim sangat besar. Petugas-petugas terkait yang dibebankan tugas menyortir jenis buku ini tentu saja mustahil melakukannya. Jenis buku kategori sains, novel grafis (yang sering disalahpahami sebagai komik), buku fotografi, biografi, kajian sosial dan politik, kebudayaan, bahkan tidak termasuk ke dalam jenis buku yang dapat dikirim. Ini adalah problem besar literasi. Sementara jenis buku yang diizinkan hanya ada sembilan jenis. Tidak semua jenis buku itu dapat mewakili kategori bacaan karena perbedaan interpretasi dan pengetahuan terhadap kategori buku. 

Lukman, pegiat literasi Rumah Baca Komunitas

Kedua, lima kriteria sensor buku yang diajukan sama sekali mustahil untuk diterapkan. Apakah petugas terkait mampu melakukan penyortiran yang adil terhadap literatur-literatur dengan jumlah besar? Perlu diketahui puluhan hingga ratusan ribu buku dikirim setiap bulan. Apakah pegiat literasi atau pemerhati literasi harus dibebankan untuk menulis judul buku dan membuat klasifikasinya, sementara distribusi buku ke seantero nusantara adalah perkara mendesak. Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda urusan literasi.

Pendapat dan keberatan kami terhadap pedoman pengiriman buku gratis ini semoga dapat dipahami sebagai suara warga sipil yang menginginkan dukungan penuh negara terhadap urusan literasi di Indonesia. Melalui aksi publik ini, kami sampaikan tiga tuntutan literasi:

  1. Bebaskan Program Kargo Literasi Gratis dari upaya birokratisasi yang tidak logis dan memberatkan proses substantif.
  2. Bebaskan pembatasan jenis buku dalam program Kargo Literasi Gratis. Setiap inisiasi warga sipil menyebarkan pengetahuan harus mendapat dukungan. Pembatasan jenis buku akan menghambat partisipasi warga sipil untuk membantu negara menyelenggarakan Gerakan Literasi Nasional. Selama ini pegiat dan komunitas literasi secara bertanggungjawab dan berkomitmen terhadap ideologi Pancasila sebagai dasar penyebarluasan ilmu pengetahuan. Sebagai warga sipil kami terlatih untuk terus mendorong kehidupan yang demokratis secara politik dan literasi. 
  3. Bebaskan aturan-aturan yang mempersulit pencapaian keberhasilan Gerakan Literasi Nasional. Negara harus mendukung dan percaya kepada kami penggerak literasi dalam urusan menjaga keamanan bangsa dan negara. Negara harus percaya bahwa urusan-urusan literasi adalah juga untuk memajukan negeri. 

Demikian, aksi publik ini kami laksanakan pada tanggal 7 April 2019 bertempat di titik 0 Kilometer Kota Yogyakarta pukul 19.00-22.00 Wib.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup