Kebetulan pagi ini saya belanja sayur ke Mbak Atun. Diberitahu Pakde Muh bahwa Pak Joko adiknya Bu Ning datang. Tiga hari saja.

Akhirnya saya sempatkan sejenak ngaruhke Pak Joko. Belum pernah bertemu sebelumnya, karenanya agak sedikit ragu. Hanya tahu sedikit dari cerita Mbak Ning dulu ketika awal-awal akan menempati rumah sebelah untuk RBK. Pak Joko adalah adiknya Bu Ning yang seorang tentara, tugasnya di Medan.

Ada seorang bapak sedang duduk di lantai di depan rumah Almarhum Pak Karno. “Beliaukah Pak Joko itu? Jadi ngaruhke nggak ya?” gumamku dalam hati.

Untuk menghilangkan keraguan, kusapa Faiz yang sedang menyapu halaman, “Sehat semua?” Faiz pun menjawab, “Ya, Mbak”.

Akhirnya kuberanikan diri juga untuk ngaruhke Pak Joko, “Sehat semua, Pak Joko? Saya dengar dari Mbak Atun kalau Bapak datang..”

“Alhamdulillah sehat,” jawab beliau ramah. Lalu beliau memanggil istrinya yang sedang di dalam, “Bu.. Ibu..”

Si Ibu yang dipanggil bergegas keluar. Dengan senyum ramah pula beliau menyapa.

“Bapak dan Ibu, perkenankan saya mewakili teman-teman Rumah Baca Komunitas menyampaikan terima kasih atas ijinnya menempati rumah untuk aktivitas baca. Tidak lupa kami juga mohon maaf bila ada kekurangan dan kekhilafan,” kataku pada Pak Joko.

Dengan spontan dan ramah Pak Joko menjawab, “Sama-sama. Semoga manfaat.” Jawaban beliau panjang sebenarnya, namun hanya intinya yang saya ingat. Beliau menyampaikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Dari jawaban dan gestur Pak Joko, juga istri beliau saya menjadi tenang dan bahagia. Sosok beliau yang seorang jenderal, ternyata juga seramah Mbak Ning. Tegas tentu, namun toh beliau tetap memiliki kelembutan hati. Buktinya disapa pun santai dan tetap welcome. Tidak pakai susah dan ruwet, pun nggak jaim.

Bersyukur saya mengenal sosok Mbak Ning. Orang Jawa Yogyakarta yang moderat. Ramah, responsif, bisa diajak diskusi, terbuka, Dari Mbak Ning dan adik-adiknya, saya dapat membaca bagaimana Almarhum Pak Karno dan Almarhumah Bu Karno mendidik putra-putrinya. Benar-benar Guru, sosok yang dapat digugu lan ditiru.

Saya bagikan tulisan ini kepada rekan-rekan RBK sebagai tanda syukur. Di hari-hari begini, saat pandemi covid-19 kian membara, sehat raga dan jiwa adalah hal yang patut disyukuri. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus menebar kebaikan melalui tulisan dan gerakan baca, amin..

Kanoman, 2 Juli 2021

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

About The Author

Sri Lestari Linawati

akrab disapa Lina. Pegiat literasi ini adalah penggagas BirruNA, PAUD Berbasis Alam dan Komunitas. Aktif di RBK, Komite SDN Kanoman dan kini mengabdi sebagai dosen Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link