La Ode di atas motor pustaka RBK, bersama Cak David dan Cak Lutfi ZK

Motor Pustaka RBK Gerak Terus

Oleh: La Ode Alimin

Orang-orang di luar sana mereka befikir bahwa saya jualan keliling di setiap sudut-sudut jalanan, muncul rasa penasaran mereka terhadap motor pustakan dan anak-anak sering bertanya mas itu jualan apa? Dengan senang hati saya menjawab pertanyaan mereka terkait dengan motor pustaka yang saya selalu gunakan untuk menyebarkan Virus Literasi di jalanan. Saya berkata buat mereka bahwa Saya tidak jualan keliling ini kami dari komunitas namanya Rumah Baca Komunitas atau di singkat RBK, kami dari Pengerak Literasi. Di sini saya bawain buku-buku untuk kalian baca biar kalian pintar, semakin banyak kalian baca pasti semakin banyak juga ilmu yang kalian ketahui. Jadi adik-adik harus banyak baca agar banyak orang pintar di Indonesia, biar orang-orang luar tidak bodoh-bodohin Negeri ini dan anak-anak Indonesia harus Cerdas.

Saya ingin menyebarkan Virus Literasi kepada anak-anak agar minat baca mereka sudah tertanam sejak kecil. Sampai pernah pak haji berkata buat anak-anak kalian harus semangat dan rajin baca buku, mas ini datang jauh-jauh dari Pulau Buru ke Pulau Jawa datang untuk kalian baca buku harusnya kalian senang masih banyak orang baik yang ingin buat kalian pintar. Ketika saya mendengar perkataan dari pak haji membuat saya semakin semangat dan hati saya akan terus terpanggil untuk menyebarkan Virus Literasi sampai ke pelosok-pelosok Negeri.

Bagi saya Pengerak Literasi ini adalah hobi saya, hobi yang bisa bermanfaat buat orang banyak terutama untuk anak-anak negeri yang penuh keterbatasan untuk mengakses pendidikan. Saya rasakan sendiri sejak masih duduk di bangku sekolah kami sangat sulit untuk mendapatkan buku-buku bacaan dan saya merasakan betapa sulitnya untuk mengakses pendidikan. Muncul ide-ide pemikiran saya bahwa cukup saya saja yang merasakan kesulitan ini, saya tidak mau anak-anak Negeri ini mereka sulit untuk mengakses pendidikan.

Bagi saya Pengerak Literasi ini adalah hiburan saya, hiburan yang membawa senyum untuk anak-anak bangsa. Kita selalu belajar sambil bermain dengan ilmu, hal ini yang membuat mereka tidak bosan dan sebaliknya saya pun tidak perna bosan dengan Literasi. Hati saya selalu bahagia ketika melihat anak-anak bangsa dengan semangat membaca buku dan mudah mendapatkan akses pendidikan.

Terkadang orang-orang selalu berkata kepada saya bahwa saya tidak punya kerjaan dan mencari-cari kesibukan, tapi saya tidak peduli dengan perkataan mereka bagi saya ini hobi dan hiburan saya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Saya tidak minta berapa uang yang saya dapatkan dan saya tidak perna menjadi pengemis di hadapan penguasa untuk membayar saya.

“Saya sadari bahwa kami Pengerak Literasi tidak digaji tapi ini panggilan hati untuk mencerdaskan anak-anak Negeri”.(La Ode Alimin)

Kami Rutin Buka Lapak Baca Buku GRATIS Setiap hari Minggu Pagi jam 6:15 sampai dengan jam 11:15 di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Selain itu kami membuka lapak Baca Buku GRATIS di berbagai dusun yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pokoknya Baca Buku GRATIS tanpa pungut biaya. Boleh di Pinjam Buku apa saja tanpa syarat. Balikin Bukunya Kapan saja tanpa batas waktu.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup