Menelusuri Jejak Homo Economicus

Oleh: Lutfi Zanwar Kurniawan
Pegiat RBK, CEO Bambuku, tinggal di Kediri

Membacai kembali makalah-makalah tentang “Homo Economicus” memberi saya jeda seharian penuh setelah selama dua minggu lebih kegiatan mengharuskan saya dominan menjadi “Homo Economicus”. 

Empat hari persiapan mengikuti pameran, seminggu penuh mengikuti pameran, seminggu lebih siang-malam mengantarkan pesanan, dan membuat deal-deal baru. Saya menikmati proses itu, menyibukkan diri dengan aktifitas yang cukup berbeda dengan aktivitas saya selama tinggal di Jogja. Apalagi sebentar lagi lulus kuliah, saya dihadapkan pada keharusan yang saya buat sekaligus perjanjian dengan orang tua, saya harus mencari penghidupan sendiri. 

Tapi bagaimanapun saya membutuhkan keseimbangan. Rehat untuk kembali menyegarkan pikiran dan jiwa dengan banyak membaca, merenung, dan berdiskusi dengan teman-teman. Sebab saya yakin selain sebagai “Homo Economicus” manusia memiliki dimensi lain dalam dirinya yang tak boleh diabaikan supaya keseimbangan hidup tidak terganggu. 

Oh iya, diskusi nanti setidaknya terbagi dalam tiga alur berpikir

Pertama: menelusuri rumusan pembentukan teori ekonomi klasik yang bermula dari Adam Smith yang banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu astronomi

Kedua, bagaimana teori yang dibangun Adam Smith bisa diamini oleh masyarakat dunia. Bahkan Ronal Coase penerima hadiah nobel di bidang Ekonomi pada peringatan 200 tahun The Wealth of Nation karya termashur Smith mengatakan, “apa yang terjadi dengan ilmu ekonomi dalam dua ratus tahun terakhir tidak lebih daripada kerja mengepel, di mana para ekonom sekedar mengisi celah, mengoreksi kekurangtepatan, dan mempercantik analisis The Wealth of Nation.”

Ketiga, lalu apa implikasi teori teori yang dihasilkan Smith ketika diaplikasikan dan bagaimana pengaplikasian teori itu mempengaruhi cuaca kultural kita hari-hari ini.

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup