Rumahbacakomunitas.org, Sleman – Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengundang sejumlah Lembaga dalam rangka menjalin kerja sama, pada hari selasa 24/11/2020. Acara yang berlangsung luring tersebut dilaksanakan di Hall Gaia Cosmo Hotel, Sleman, dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Kegiatan bertajuk Stakeholder Meeting itu, dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, diwakili oleh Prof. Abdur Rozaki, S.Ag.,M.Si. selaku Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. M. Wildan, M.A. dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Dr. Wening Udasmoro, S.S.,M.Hum.,DEA.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Prof. Abdur menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjawab program Kampus Merdeka yang nantinya mulai diberlakukan tahun 2021 mendatang. Beliau berpendapat bahwa kebijakan tersebut harus disambut serta didukung oleh semua pihak. Sehingga mahasiswa bisa dengan mudah mengakses pengetahuan baik di dalam maupun luar kampus.

“Acara ini merupakan respon dari Kurikulum Kampus Merdeka yang harus direspon secara Bersama melalui kerja sama antar Lembaga, sehingga diharapkan kedepannya hak-hak belajar mahasiswa sangat penting untuk bisa difasilitasi di luar kampus.” Tutur Prof. Rozaqi.

Selaras dengan Permendikbud Nomor 3 4 5 6 7 Tahun 2020 sebagai Landasan Hukum Kampus Merdeka, FADIB UIN mengajak para undangan yang terdiri dari 28 instansi negeri, swasta serta komunitas ini untuk saling berkolaborasi dalam pemberdayaan ilmu pengetahuan. Narasumber kegiatan, Dr. M. Wildan dan Dr. Wening Udasmoro turut menegaskan pentingnya kerja sama antar Lembaga tersebut.

Menurut Dr. Wening, upaya membuka pintu kerja sama antar lembaga dinilai sebagai langkah solutif dalam menjawab tantangan akreditasi perguruan tinggi. Adanya tantangan tersebut melahirkan pertanyaan tersendiri, apakah dengan standar yang baik akan menghasilkan lulusan yang baik pula. Mengingat, kesulitan administrasi yang dihadapi dalam peningkatan akreditasi sangatlah berat.

“Kita tentu akan bertanya-tanya, mampukah kampus-kampus besar dengan akreditasi terbaik di Indonesia itu bisa terus menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang bagus, jika pembelajarannya hanya di dalam kampus saja?” Pungkasnya.

Beliau menilai, jika kampus hanya fokus terhadap peningkatan akreditasi tanpa memperbaharui metode pembelajaran, maka keberhasilan kampus hanya sebatas kuantitas bukan kualitas. Hal ini disebabkan oleh minimnya akses pengetahuan serta life skill mahasiswa.

Data yang dilansir dari kompas.com (27/01/20) yang mengutip laman Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), bahwa saat ini terdapat 95 kampus/institusi pendidikan tinggi se-Indonesia terakreditasi A. Kampus-kampus yang terakreditasi inilah yang berpeluang menghasilkan lulusan terbaik di bidangnya masing-masing.

Apabila pihak kampus mampu membuka diri dengan instansi lain, maka bisa dipastikan mahasiswa akan dengan mudah meningkatkan kemampuan selain dari bidang yang dipelajarinya. Kegiatan sejenis pertukaran mahasiswa, magang, pelatihan-pelatihan dapat dilaksanakan atas kerja sama dengan instansi terkait.

Acara Stakeholder Meeting ditutup dengan sesi diskusi mengenai Daft Perjanjian Kerja Sama Antar Lembaga yang akan ditanda tangani oleh para undangan. Sesi ini, para undangan juga diajak bertukar gagasan secara terbuka mengenai rekomendasi kegiatan yang ingin dikolaborasikan.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Rumah Baca Komunitas mengutus salah satu pegiat literasi untuk memberikan gagasan yang berkaitan dengan program literasi. Ahmad selaku perwakilan RBK juga sedikit menjelaskan latar belakang komunitas serta kegiatan yang telah dan akan sebentar lagi dilaksanakan. Ia selanjutnya menyatakan sikap bahwa RBK siap bergabung mendukung kerja sama tersebut.

“Saya mewakili Rumah Baca Komunitas (RBK) sangat mendukung adanya kerja sama antara Lembaga agar mendukung peningkatan akedemik dan non akademik mahasiswa. Kami siap bergabung dengan Lembaga lain. Namun, saya masih perlu mendiskusikan penandatanganan kerja sama ini dengan rekan pegiat lain di RBK terlebih dulu.” Ujarnya

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

About The Author

Avatar

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komputer UGM, Pegiat Literasi

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link