Pada saat Rumah Baca Komunitas menyelenggarakan Perpustakaan Jalanan di Alun-alun kidul Yogyakarta tahun 2014 dipakai istilah kegiatannya sebagai kegiatan ngabuburead yang pernah diliput di net TV pada saat itu (Link:https://rumahbacakomunitas.org/ngabuburead-rbk-yogyakarta/). Ngabuburead adalah menunggu saat berbuka puasa dengan beragam kegiatan saat itu: diskusi, berbagai menu buka, berbagi takjil, bedah buku, sharing, dan sebagainya. \

Tahun 2020 ini berbeda. Kita juga berada dalam revolusi yang tak dapat ditolak. Kegiatan RBK di bulan puasa kali ini lebih pada dunia digital walaupun juga berbagi sembako dan hand sanitiser serta masker untuk kampung di mana RBK berada.

Bulan puasa ini RBK secara serial menghadirkan diskusi online atau ngabuburead yang selalu diupdate di IG @rumahbacakomunitas dan juga di Fb Rumah Baca Komunitas. Berikut Posternya.

Harari, seorang sejarawan sekaligus filusuf terkemuka asal israel, memprediksikan arah baru sejarah manusia sebagai spesies ke dalam era yang disebutnya sebagai homo deus. Era baru ini ditandai dengan evolusi manusia ke tahap baru yang tidak terbayangkan sebelumnya dimana dimungkinkan manusia terlepas sepenuhnya dari tubuh biologisnya. Era ini menjadi penanda kemenangan manusia terhadap alam. Bagi Harari pada era baru ini tantangan umat manusia yang lebih nyata bukan lagi alam tetapi mesin canggih (AI) yang mereka ciptakan sendiri. Meskipun menghadapi tantangan tersebut namun Harari juga cukup optimis membayangkan dunia baru dimana dengan integrasi manusia dan mesin (cyborg) akan membuat impian keabadian manusia bukan suatu hal yang mustahil. Wabah Korona dapat dikatakan menjadi semacam disrupsi terhadap imaji dunia baru tersebut. Alam yang dibayangkan mampu ditaklukkan ternyata menjadi momok yang mengancam eksistensi manusia sebagai spesies. Dunia pengetahuan juga kelabakan. Jangankan untuk membuat manusia abadi, bahkan sekedar untuk menemukan pengobatan akan wabah tersebut juga mengalami kesulitan. Dengan demikian dapat dikatakan korona menantang imaji dunia yang dibayangkan oleh Harari tersebut. Namun pada saat yang sama Korona juga membuka peluang bagi kita semua untuk mengimajinasikan dunia baru yang berbasis pada humanisme dan penghargaan lebih pada alam.


.
Ingin tau selengkapnya Yuks Ngabuburead bersama RBK yang akan berdiskusi tentang Fiksi dan Pandemi. silahkan join: https://meet.google.com/hfx-xrbk-jcs

diskusi Jumat ini akan tadarus ekofemonisme dari beragam pandangan anak-anak muda yang sedang study di beberapa kampus yang berbeda.

Sejumlah konflik sumber daya alam terjadi di negeri ini. Berbagai perlawanan dari masyarakat mengemuka sebagai kulminasi atas penindasan yang tak kunjung mendekat pada keadilan.  Konflik sumber daya alam berdampak pada hidup perempuan. Posisi perempuan semakin rentan dalam alam dan kehidupan sosial. Setiap perjuangan menjaga alam, penting bagi kita untuk lebih peka terhadap kandungan femininisasi alam dan naturisasi tubuh perempuan. Perjuangan perempuan dengan menekankan unsur femininitas harus selalu kita pertanyakan. Melalui diskusi gerakan Ekofminisme ini kita melihat bagaimana keterlibatan perempuan dalam krisis ketahanan pangan di negri ini.

 

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link