Pernyataan Sikap: Solidaritas Akademisi Untuk Rempang

 Pernyataan Sikap: Solidaritas Akademisi Untuk Rempang

Sumber: Cornell University

Lawan Kriminalisasi dan Intimidasi Warga Rempang, Tolak Relokasi Paksa, Hentikan Proyek Strategis Nasional!!


Pasca aksi mempertahankan tanah dan ruang hidupnya pada 11 september 2023, sebanyak 43 warga rempang ditangkap. Hingga kini persidangan masih berlangsung secara maraton. Ini jelas bentuk kriminalisasi, cara kekuasaan dan aparaturnya membungkam protes warga rempang. Dan cara-cara semacam ini sudah seringkali kita dapatkan, terutama di kantong-kantong proyek strategis nasional (PSN). Perampasan tanah rakyat ini membentang mulai dari Wadas, Poco Leok, Air Bangis, hingga Rempang. Kekuasaan mengkriminalkan warganya untuk membungkam protes atas proyek PSN.

Selain itu, kekuasaan juga terus mengancam dan mengintimidasi warga rempang, agar mau meninggalkan tanahnya untuk relokasi demi pembangunan rempang eco city. Ini jelas pengusiran paksa warga Rempang di atas tanahnya sendiri. Terbaru, 32 warga diberikan surat peringatan agar segera mengosongkan lahan dan tanahnya. Mereka diberi tenggat waktu hingga senin 4 Maret 2024 ini. Jika tidak, pengosongan paksa akan dilakukan oleh pemerintah. Cara-cara semacam ini membangkitkan memori kolektif kita tentang orde baru yang gemar menggusur atas nama pembangunan. Mentalitas itu terus dipelihara oleh rezim hari ini.

Untuk itu, kami dari Solidaritas Akademisi untuk Rempang, menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Atas nama keadilan, pengadilan harus membebaskan warga Rempang yang dikriminalisasi karena memperjuangkan tanah dan kehidupannya.
  2. Menolak segala bentuk intimidasi pemerintah terhadap warga Rempang, termasuk upaya relokasi paksa melalui surat peringatan terhadap warga.
  3. Membatalkan proyek strategis nasional rempang eco city, maupun proyek proyek strategis nasional lainnya. Negara harus memihak kepentingan warga negara dibanding kepentingan investasi dan para pemodal.
  4. Meminta negara melepaskan cara pandang “domein verklaring” dalam penguasaan tanah. Sebab negara hanya merepresentasikan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, negara harus mencerminkan kehendak rakyat, bukan kehendak para pemodal.
  5. Meminta kepada kalangan akademisi untuk bersolidaritas terhadap warga Rempang dan warga lainnya yang terdampak proyek strategis nasional. Naluri kemanusiaan kita harus diaktifkan, keberpihakan kita pada rakyat banyak, pada inklusivitas keadilan sosial rakyat bukan kepada penguasa dzolim apalagi kepada pemodal tamak.

Indonesia, 4 Maret 2024 Solidaritas Akademisi untuk Rempang.

1. Rina Mardiana (IPB University) 2. Herdiansyah Hamzah (Universitas Mulawarman) 3. Syukron Salam (Universitas Negeri Semarang) 4. Satria Wicaksana (UM Surabaya) 5. Achmad (UNS) 6. Diah Al Uyun (Universitas Brawijaya) 7. Abdil Mughis Mudhofir (Peneliti) 8. Masayu (Peneliti) 9. Kanti Pertiwi (UI) 10. Herlambang P. Wiratraman (LSJ FH UGM) 11. Benny D. Setianto (Unika Soegijapranata) 12. Susi Dwi Harijanti (Universitas Padjajaran) 13. Haris Azhar (STH Jentera Indonesia) 14. Saiful Mahdi (Universitas Syiah Kuala) 15. Orin Gusta Andini (Universitas Mulawarman) 16. MHR Tampubolon (Universitas Tadulako) 17. Sholihin Bone (Universitas Mulawarman) 18. Dodi Faedlulloh (Universitas Lampung) 19. I Ngurah Suryawan (Universitas Warmadewa) 20. Wahyu Nugroho (Universitas Sahid) 21. Umar Sholahudin (Universitas Wijaya Kusuma) 22. Dhoni Zustiyantoro (Universitas Negeri Semarang) 23. Alfian (Universitas Mulawarman) 24. Warkhatun Najidah (Universitas Mulawarman) 25. Haris Retno (Universitas Mulawarman) 26. Sri Murlianti (Universitas Mulawarman) 27. Purnawan D. Negara (Universitas Widyagama Malang) 28. Ahmad Sabiq (Universitas Jenderal Soedirman) 29. David Efendi (UM Yogyakarta) 30. Cekli Setya Pratiwi (PusHAM FH Universitas Muhammadiyah Malang) 31. Budiman (Universitas Mulawarman) 32. Eka Yusriansyah (Universitas Mulawarman) 33. Inna Junaenah (Universitas Padjajaran) 34. Nasrullah (Universitas Mulawarman) 35. Budiyono (Universitas Lampung) 36. Ray Rangkuti (Lima Indonesia) 37. Achmad Uzair (UIN Sunan Kalijaga) 38. Selly Riawanti (Assosiasi Antropologi Indonesia) 39. Vincent Didiek Aryanto (Universitas Dian Nuswantoro Semarang) 40. A. Syatori (SALAM Institute) 41. M. Shohibuddin (IPB University) Hariadi Kartodihardjo (IPB University) 43. Dian Noeswantari (PusHAM Universitas Surabaya) 44. Irwansyah (Dep. Ilmu Politik Universitas Indonesia) 45. Dedi Supriadi Adhuri (BRIN) 46. Steven Sumolang (BRIN) 47. Firstdha Harin Regia R (Universitas Brawijaya) 48. Syahrizal (Universitas Andalas) 49. Suhana (Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta) 50. Luky Adrianto (IPB University) 51. Soeryo Adiwibowo (IPB University) 52. Henry Thomas Simarmata (Apintkaw/Associated Program for International Law) 53. Benny Baskara (Universitas Haluleo) 54. Yogi Febrian (IAIN Langsa) 55. Bayu Eka Yulian (Pusat Studi Agraria IPB) 56. Dyah Iya Mardiyaningsih (Pusat Studi Agraria IPB) 57. Ari Wibowo (Pusat Studi Agraria IPB) 58. Ahmad Yani (Universitas Hasanuddin) 59. Irfan Zikri (Universitas Syiah Kuala) 60. M. Rawa El Amady (Unilak RIAU) 61. Ismatul Hakim (Pusat Studi Agraria IPB) 62. Melani Abdulkadir Sunito (Fakultas Ekologi Manusia IPB) 63. Saipul (Universitas Mulawarman) 64. Septri Widiono (Universitas Bengkulu) 65. Thirtawati (Universitas Papua) 66. Diana Sawen (Universitas Papua) 67. HM. Aswin (Universitas Mulawarman) 68. La Syarifuddin (Universitas Mulawarman) 69. Erwiza Erman (IPSH BRIN) 70. Awani Irewati (IPSH BRIN) 71. Imam Syafi’I (IPSH BRIN) 72. Satiawan Sunito (Pusat Studi Agraria IPB) 73. Wiwik Harjanti (Universitas Mulawarman) 74. Muhammad Isnur (STHI Jentera) 75. Bivitri Susanti (STHI Jentera) 76. George Mentasan (Universitas Papua) 77. Tristan Pascal Moeldoko (Universitas Parahyangan) 78. Ikhsan Muharma Putra (Universitas PGRI Sumatera Barat) 79. Lailahayati (Universitas Bangka Belitung) 80. Safarni Husain (Universitas Mulawarman) 81. Gita Putri Damayana (STHI Jentera) 82. Sigit Riyanto (FH UGM) 83. Yael Stefany (Antropologi USU) Andy Ahmad Zaelany (IPSH BRIN) 85. Shinta Mutiara Rezeky (Universitas NU Indonesia) 86. Sudiyono (PMB BRIN) 87. Masyhuri Imron (BRIN) 88. Ratna Indrawasih (BRIN) 89. Achmad Siswanto (Universitas Negeri Jakarta) 90. Idham Irwansyah Idrus (Universitas Negeri Makassar) 91. Yuva Ayuning Anjar (Universitas Syiah Kuala) 92. Irdam Riani (Universitas Halu Oleo) 93. Hani Yulindrasari (Universitas Pendidikan Indonesia) 94. Mayling Oey Gardiner (Universitas Indonesia) 95. Asfinawati (STH Indonesia Jentera) 96. Idhamsyah Eka Putra (Universitas Persada Indonesia) 97. Riwanto Tirtosudarmo (KIKA) 98. Bagus Takwin (Universitas Indonesia) 99. Elvira Rumkabu (Universitas Cenderawasih) 100. Arief Anshory Yusuf ( Universitas Padjadjaran) 101. Robertus Robert (Universitas Negeri Jakarta) 102. Tufik Hizbul Haq (Yayasan Jari, Lombok) 103. Setiyo Utomo (Universitas Mulawarman) 104. Siti Rakhma Mary (STHI Jentera) 105. Siti Arieta (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang) 106. Sulistyowati Irianto (FH UI) 107. Yudhanto Satyagraha Adiputra (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang) 108. Teguh Setiandika Igiasi (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang) 109. Alfiandi (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang) 110. Rahma Syafitri (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang) 111. Damayanti Buchori (IPB University) 112. Imam Kuswahyono (FH UB) 113. Hasrul Halili (FH UGM) 114. Agus Wahyudi (Fak. Filsafat UGM).

Contact Person: Rina Mardiana (+62 811-8161-800) Herdiansyah Hamzah (+62 852-4288-0100)

Bagikan yuk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *