Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan (Refleksi 58 Tahun Pramuka indonesia)

Oleh: Sahrul Pora)*

Salam parmauka…!!

14 Agustus merupakan hari penting bari organisai pramuka di indonesia, karna pada hari tersebut di laksanakan pelantikan ketua Kwartir Nasonal pertama yaitu Bapak Sri Sultan Hamingkubuwono IX pada tahun 1961, dan setelahnya di jadikan sebagai hari jadi pramuka se-indonesia. keputusan presiden nomor 238 tahun 1961 tentang gerakan pramuka yang intinya membentuk dan menetapkan gerakan pramuka sebagai satu-satunya perkumpulan yang memiliki kewenangan menyelenggarakan pendidikan kepanduan di indonesia. Sebelum populer di indonesia pramuka lebih dulu di dirikan di ingris oleh Lort Robert Badan Powell Of gilwel. Lewat bukunya ‘Scouting For Boy’ pramuka kemudian berkembang menjadi organisasi yang di minati banyak pemuda ingris. Di dunia internasional pramuka di sebut dengan istilah kepanduan ( Boy Scout).

Kepanduan ini awalnya di bentuk hanya untuk laki-laki. Badan powell pernah melaksakan perkemahan pertama kali Di Pulau Bronsea, Ingris dan melibatkan 22 anak laki-laki pada tanggal 25 juli 1907 selama 8 hari. Perkemahan tersebut akhirnya memberi dampak besar bari sejarah pramuka dunia. Berkat bantuan dari adik perempuannya yang bernama Agnes pramuka untuk perempuan pun di bentuk dengan nama Girl Guides pada tahun 1912.

Perkembangan gerakan pramuka kemudian berpengaruh hingga ke indonesia. Di indonesia gerakan ini awalnya di dirikan oleh belanda dengan nama Nederland Indisch Padvinder Vereeniging (NIPV)/Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda pada tahun 1912. Gerakan ini kemudian di minati banyak orang di indonesia sehingga banyak organisasi kepanduan lain yang di bentuk oleh masyarakat indonesia. Jong Java Padvindery (JJP), Nationale Islamftsche Padvinderzj (Natipij), Sarekat Islam Afdeling (Siap), Dan Padvinders Muhammadiyah yang selanjutnya berubah menjadi Hizbul Wathan (Hw) merupakan gerakan kepanduan yang di dirikan oleh warga pribumi.

Karna mendapat larangan dari pemerintah hindia belanda untuk menggunakan istilah Padvidery, gerakan ini kemudian di ganti dengan nama pandu atau kepanduan melalui inisiatif dari KH Agus Salim (bapak pandu indonesia). Banyak organisasi kepanduan kemudian didirikan kembali dengan nama yang berbeda-beda. Namun pada tanggal 9 maret 1961 presiden sukarno meleburkan gerakan kepanduan yang terbagi dalam 3 federasi yaitu, Ipindo, Popindo, dan Pkpi menjadi satu, dengan nama Gerakan pramuka.

Pramuka Menjawab Tantangan Jaman

Pramuka merupakan pendidikan di luar sekolah yang di desain dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, menarik, sehat dan terarah sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan. Gerakan pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna menjadi manusia yang berkepribadian, berwatak dan berbudi luhur serta berjiwa Pancasila. Dalam usianya yang ke 58 tahun tentunya pramuka harapkan tetap menjadi organisasi yang hadir untuk membentuk karakter generasi usia muda.

Faktanya saat ini, banyak para generasi muda kurang memahami akan arti penting dari kehadiran gerakan pramuka, mereka menganggap kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang ketinggalan jaman. sehingga pendidikan kedisiplinan dan ketuhanan yang terkandung dalam kegiatan pramuka kurang tertanamkan bagi generasi muda khususnya siswa sekolah yang sebagian besar kurang berminat dalam mengikuti kegiatan pramuka di sekolah. Perkembangan zaman sangat mempengaruhi tata kehidupan dalam bermasyarakat, Keadaan tersebut juga terjadi pada gerakan Pramuka yang kian berkurang peminat dan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Menghadapi jaman yang semakin rumit keberadaan pramuka merupakan suatu hal yang sangat penting. keberadaan Pramuka tetap harus tumbuh dan berkembang bahkan diharapkan menjadi semakin solid dan cerdas dalam melangkah kedepan. sebab melalui kegiatan pramuka bisa menjadi benteng terhadap pengaruh-pengaruh negatif dalam pertumbuhan anak-anak maupun remaja. Pramuka bisa menjadi solusi degradasi molaritas anak, akibat perkembangan jaman melalui kegiatan-kegiatan positif yang sering dilaksanakan oleh pramuka.

Tak dapat di pungkiri, tujuan baik bagi Pramuka untuk hadir sebagai solusi atas merosotnya moralitas anak-anak bangsa akibat perkembangan jaman, tidak selalu berjalan maksimal. Pengaruh tersebut sangat kelihatan pada aktifitas anak maupun remaja yang lebih senang dengan kegiatan yang sifatnya hura-hura (gila belanja, main game Online Dll). Periode remaja adalah masa transisi dalam periode anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai masa-masa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian individu. Untuk itu mengisi aktifitas hari-hari mereka dengan kegiatan-kegiatan positif adalah solusi yang terbaik.

Pramukan memberikan solusi itu melalui model belajar yang berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya. Model belajar tersebut di sesuaikan dengan tingkatan usianya masing-masing, bahkan dalam penamaan setiap tingkatan tersebut di ambil dari sejarah perjuangan kemerdekaan indonesia. setiap tingkatan tersebut Dimulai dari tingkat yang paling rendah berusia 7-10 tahun (siaga), 11-15 tahun (Penggalang), 16- 20 tahun (Penegak), 21- 25 tahun (Pandega). Dalam tingkatannya yang paling tinggi dibuat kursus-kursus (Kmd, Kpd, dan Kpl) sebagai sarat untuk menjadi pembina pramuka.

Melihat fenomena perkembangan jaman, gerakan pramuka sudah mulai berinovasi dalam pendidikannya, sebagai solusi agar pramuka tetap eksis walau jaman semakin berubah. Pendidikan-pendidikan fisik yang di anggap tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini di praktekkan sudah mulai di tinggalkan. Salah satu inovasi pendidikan kepramukaan yaitu Pada bulan maret 2019 di laksanakan perkemahan pembentukan satuan karya Adhiasta Pemilu. Satuan karya merupakan wadah pendidikan untuk anak pramuka guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan. Dalam satuan karya setiap anggota pramuka di berikan pengetahuan sesuai dengan yang ia gemari. Satuan karya adhiasta pemilu membekali setiap anggota pramuka pengetahuan tentang persoalan-persolan pelitik dan selanjutnya bisa melibatkan diri dalam melakukan pengawasan pemilu untuk membantu menciptakan pemilu yang demokratis, berintegritas, bebas dan adil sejalan dengan nilai kepramukaan yang cinta pada tanah air dan bangsa.

Bagi penulis pandangan sepihak yang selama ini selalu mendominasi pemikiran banyak orang bahwa, kehadiran pramuka dalam kehidupan sehari-hari tidak terlalu penting sudah seharusnya di hilangkan. Karna pramuka memberikan banyak kegiatan-kegiatan positif kepada para siswa yang itu tidak di dapatkan dalam pendidikan formal.

Penguatan pendidikan kepramukaan di jabarkan dalam Peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan No 63 Tahun 2014 tentang: pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah seharusnya di jalankan secara maksimal. Dalam penjelasan Pasal 1 ayat 1: pendidikan kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan ahlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.

Nilai-nilai kepramukaan yang di maksud oleh peraturan menteri tersebut adalah penerapan tri satya dan dasa darma( Kode Kehormatan) dalam kehidupan sehari-hari. Apabila Trisatya dan dasa Darma pramuka di resapi dan di aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi anak-anak maupun remaja bisa di pastikan, masa depan indonesia akan di isi oleh penerus-penerus bangsa yang berkualitas dan bermoral.

Oleh karna itu kehadiran gerakan pramuka sudah tidak bisa dihindari, karna sudah di jadikan sebagai kegiatan ekstra wajib bagi semua sekolah.

*Pegiat Rumah Baca Komunitas, Mahasiswa MIP UMY

Mari Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rumah Baca Komunitas

MEMBACA | MENULIS | MENANAM

---

Rumah Baca Komunitas merupakan perkumpulan independen yang mempromosikan pengetahuan, kerja kolaboratif dan emansipatif terkait isu perbukuan, komunitas, dan lingkungan hidup