“Saya yakin lewat musik, saya bisa memberi perubahan buat bangsa ini. Apalah arti menjadi manusia merdeka kalau tidak bisa memerdekakan yang lain (Glenn Fredly).

Blantika musik tanah air kembali berduka, kali ini berita duka tersebut datang dari seorang musisi legendaris dan salah satu musisi terbaik Indonesia berdarah Maluku. Ya, Glenn Fredly, musisi sekaligus penyanyi yang dikenal dengan syair-syair lagunya yang sangat romantis. Pria bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo tersebut telah tutup usia di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati, Jakarta Selatan pada Rabu (8/4/2020) diumurnya yang ke 44 tahun karena mengidap penyakit meningitis.

Ucapan berbelasungkawa pun datang dari berbagai elemen masyarakat yang disampaikan lewat akun media sosial pribadi seperti instagram, twitter, facebook, dan lain-lain. Selain itu, ucapan belasungkawa juga mengalir dari teman-teman sesama penyanyi dan musisi yang sama-sama berkecimpung dalam dunia seni. Tidak ketinggalan, para politisi, birokrat, bahkan negarawan pun turut berbelasungkawa atas kepergian sosok bersuara merdu tersebut.

Kepergian Glenn Fredly untuk selamanya menyisakan duka yang sangat dalam bagi semua elemen masyarakat. Terlebih masyarakat Maluku, karena mereka kehilangan sosok yang telah membanggakan nama daerah (Maluku) di kancah nasional bahkan internasioal. Tak terkecuali Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Abubakar. Melalui akun instagram pribadinya, Siti Nurbaya menuturkan rasa duka telah kehilangan seorang musisi yang juga punya andil tinggi terhadap isu-isu lingkungan dan kehutanan di Indonesia.

***

Berbicara tentang Glenn Fredly, kita tidak hanya berbicara soal musik. Karena lelaki berdarah Ambon tersebut memang dikenal sebagai musisi yang juga aktif dalam aksi-aksi sosial. Karya-karya yang dilahirkan oleh pelantun hits “Januari” tersebut banyak menyoroti masalah lingkungan, sosial budaya, dan politik. Inisiatif tersebut dituangkan Glenn Fredly dalam menggelar konferensi musik Indonesia pada Maret 2018 yang mengangkat tema “Sinkronisasi Musik Dalam Menunjang Aspek Lingkungan Hidup”.

Kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu lingkungan hidup, berhasil menggerakkan hati Glenn Fredly untuk membentuk Green Music Foundation (GMF), sebuah wadah yang diisi oleh para musisi tanah air untuk menyalurkan dan mengekspresikan kepedulian mereka pada isu-isu lingkungan hidup. Penyelenggaraan konser Indonesia Earth Fest di Senayan, Jakarta pada tahun 2019 merupakan kegiatan perdana GMF untuk mengkampanyekan isu pemanasan global sekaligus untuk aksi penggalangan dana.

Sebelum itu, Glenn Fredly juga pernah terlibat dalam konser amal bertajuk “Soul for Indonesia Earth” sebagai penghargaan akan bumi pada tahun 2007. Pada 2005, suami Mutia Ayu juga berkontribusi dalam menciptakan lagu berjudul “Kita Untuk Mereka” bersama seluruh musisi Indonesia yang didedikasikan untuk korban Tsunami di Aceh. Tidak cukup sampai disitu, konser bertajuk “Cinta Beta” pada tahun 2012 merupakan aksi nyata Glenn Fredly dalam pelestarian seni dan budaya untuk Indonesia Timur.

Penyanyi yang terinspirasi sosok Gretha Thunberg ini juga membentuk program “Rumah Kita” yang terwujud dalam kegiatan membantu para korban bencana alam. Bahkan, sebelum tersebar berita kepergian sang musisi untuk selama-lamanya. Glenn Fredly juga terlibat dan aktif menggalang dana untuk penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Penggalangan dana yang dilakukan secara streaming ini ditujukan untuk membantu beberapa kalangan masyarakat yang masih terus bekerja di tengah ancaman wabah corona.

Kecintaan seorang Glenn Fredly terhadap lingkungan hidup yang terwujud dalam berbagai kampanye menyelamatkan bumi dan ajakan menanam pohon, memiliki rasa empati terhadap sesama umat manusia yang tersalurkan melalui aksi kemanusiaan, serta kegelisahan melihat semakin memudarnya nilai-nilai seni dan budaya-budaya lokal di Indonesia, berhasil menggerakkan imajinasi Glenn Fredly untuk menyuarakan dalam bait-bait lagu yang Ia lahirkan.

Salah satu lagu yang diciptakan sebagai ajakan untuk peduli dengan kondisi bumi adalah lagu berjudul “Sayangi Bumi Hari Ini”. Pesan yang hendak disampaikan “Nyong Ambon” dalam lagunya tersebut yaitu mengajak manusia untuk kembali mengevaluasi diri, semakin peduli dengan kondisi bumi hari ini, serta masa depan bumi. Ajakan tersebut tertuang dalam sepenggal lirik:

“Apakah kita peduli demi masa depan nanti, dunia rumah kita sendiri. Apakah kita peduli demi anak cucu nanti, dunia rumah kita sendiri. Lihatlah perbuatan kita sendiri, sayangi bumi hari ini”.

Sepak terjang Glenn Fredly dalam menjalankan misi kemanusiaanya dengan menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan isu lingkungan hidup, kondisi sosial, nilai-nilai seni dan budaya, membuat Ia dikenal publik sebagai sosok yang memiliki jiwa solidaritas tinggi. Glenn Fredly tidak hanya pandai bermusik dan berhasil menyabet banyak penghargaan dalam industri musik, tetapi Ia berhasil meramu romantisme, nasionalisme, dan humanisme dalam setiap karya-karyanya.

Jika Gus Dur mengatakan “Tidak penting apa agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, maka orang tidak akan tanya apa agamamu”. Maka, semasa hidup hingga akhir hayatnya, Glenn Fredly telah menebar banyak kebaikan tanpa memandang ras, suku, maupun agama. “Nyong Ambon” telah mengajarkan kepada kita banyak hal tentang toleransi dan makna kemanusiaan sebenarnya.

Satu suara dari Timur yang bicara tentang damai, bebas, deng merdeka so pigi jauh.

Bisa kase lahir seribu suara lagi kah..?

Komentar Pecinta RBK
Berbagi

Kuy, Kepoin RBK

Dapatkan berita dan info terbaru dari Rumah Baca Komuitas
SUBSCRIBE
close-link